KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Perayaan pergantian tahun 2024-2025 di Balikpapan akan diwarnai dengan pesta kembang api. Hanya saja, ada dua titik lokasi pesta kembang api resmi, yaitu di Pantai Balikpapan Super Blok (BSB) dan Watu Beach Lamaru.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Anton Firmanto menyampaikan bahwa terdapat dua titik lokasi pesta kembang api pada malam perayaan pergantian tahun baru 2024-2025, dini hari.
“Dua titik itu berdasarkan data yang kami himpun dari Badan Intelijen Mabes Polri, dan keduanya telah memiliki izin resmi. Yaitu di Pantai Balikpapan Super Blok (BSB) di Jalan Sudirman dan di Watu Beach Lamaru, Jalan Mulawarman, Balikpapan Timur,” sebut Anton pada Selasa (31/12).
Dia mengingatkan, dengan adanya pesta kembang api pada dua lokasi tersebut. Pihaknya, juga akan menurunkan sejumlah personel untuk melakukan pengamanan serta pengawasan sebagaimana lokasinya g sudah ditentukan.
“Untuk di sekitar BSB sama seperti tahun lalu, guna mengurai kemacetan kami akan melakukan rekayasa arus lalu lintas,” ungkap Anton.
Sementara itu, untuk rekayasa arus lalu lintas, nantinya setiap pengendara yang memutar di sekitar BSB akan dialihkan untuk memutar di depan Trakindo.
“Namun bila masih terjadi kemacetan, untuk memutar kendaraan bisa dialihkan hingga di depan Taman Makam Pahlawan (Dharma Agung),” urainya.
Dikatakannya, pada malam pergantian tahun, pihaknya juga akan melakukan penutupan jalan. Khususnya di Jalan Minyak, karena adanya objek vital nasional yaitu kilang minyak.
“Penutupan ini akan kami lakukan mulai pukul 23.00 Wita hingga situasi lalu lintas landai. Kemudian kami juga akan lakukan penyisiran apakah ada orang-orang atau warga yang ingin merayakan pergantian tahun di sekitaran sana,” terangnya.
Anton berujar, penyisiran dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang merayakan malam pergantian tahun di sekitar objek vital kilang Pertamina.
“Di sana ada kilang, dan itu ada isinya, tidak kosong, jadi kami khawatir bila ada yang merayakan pergantian tahun disana kemudian menyalakan kembang api udara dan arahnya sampai ke kilang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan Usman Ali mengimbau kepada masyarakat, agar tidak bermain kembang api di lokasi-lokasi yang berpotensi memicu kebakaran. Terutama kembang api jenis parasut flare dan suar (flare gun).
“Kami sangat melarang penggunaan flare gun karena ini sangat berbahaya. Jika tidak padam di udara, serpihannya bisa jatuh ke rumah warga dan memicu kebakaran. Terutama di kawasan pemukiman padat, risikonya sangat besar,” tegasnya.
Di satu sisi, masyarakat juga diingatkan untuk berhati-hati dalam penggunaan kembang api. Karena keberadaan industri seperti kilang Pertamina di Balikpapan, mengingat lokasi itu sedang proses pembangunan proyek besar RDMP.
“Kami berharap masyarakat tetap waspada dan menghindari penggunaan kembang api yang berbahaya, terutama flare jenis parasut. Ini demi keselamatan bersama,” kata Usman.
Itu semua dilakukan untuk memastikan malam pergantian tahun baru di Balikpapan dapat berlangsung aman dan kondusif. (*)
Editor : Almasrifah