KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN–Wakil Kapolda (Wakapolda) Kaltim Brigjen Pol Muhammad Sabilul Alif menekankan seluruh jajarannya pentingnya respons cepat terhadap laporan masyarakat, serta tindakan yang cepat dan tepat dalam menangani situasi darurat.
“Setiap laporan masyarakat harus segera ditindaklanjuti. Jangan biarkan ada laporan yang diabaikan karena hal itu dapat mencederai kepercayaan publik terhadap Polri. Jika membutuhkan bantuan tambahan, segera laporkan kepada pimpinan,” ungkapnya.
Mantan Wakapolda Banten itu juga menyampaikan evaluasi kinerja yang menyoroti peningkatan jumlah kasus kejahatan pada 2024, dengan 566 kasus lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.
“Itu menunjukkan adanya peningkatan kejahatan, khususnya kejahatan konvensional. Target kami 2025 adalah meminimalkan kejadian-kejadian tersebut melalui langkah preventif yang nyata,”paparnya.
Dia menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan intensitas patroli dengan pendekatan yang lebih proaktif.
“Patroli bukan hanya sekadar lewat, harus singgah, berinteraksi dengan masyarakat, dan menyampaikan pesan kamtibmas. Kehadiran polisi harus terasa sebagai bentuk pencegahan kejahatan,” tegasnya.
Selain membahas upaya eksternal, wakapolda menyoroti pentingnya pengawasan internal, termasuk penyalahgunaan senjata api dan pelanggaran setiap anggota Polri.
Dia menegaskan bahwa pengawasan terhadap personel yang memegang senjata api akan diperketat, dan tes narkoba bagi personel akan terus dilakukan untuk menjaga integritas polri.
Editor : Dwi Restu A