KALTIMPOST,ID, BALIKPAPAN – Pemerintah daerah hanya menjadi penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG). Sementara penyelenggara langsung dari pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
Seperti diketahui, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan berperan dalam menyediakan data sekolah dan fasilitas pendukung di sekolah untuk penerapan program MBG. Namun untuk seleksi pemilihan katering sebagai vendor ditunjuk oleh BGN.
Baca Juga: 30 Ribu Butir Pil Koplo Gagal Diedarkan di Balikpapan, Kurir Paket Ditangkap
“Program ini kan dari nasional, daerah hanya menjalankan. Sempat tertunda karena mekanisme sedang digodok,” kata Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Gasali kepada Kaltim Post, Rabu (8/1/2025).
Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa memberikan intervensi berlebih. Kecuali untuk mengawasi implementasi program di Kota Minyak. Pihaknya turut memberi perhatian agar tujuan dan efektivitas MBG benar-benar berjalan dengan baik.
“Bagaimana program ini bisa tersalurkan dengan baik. Kemudian soal menu yang dipilih memiliki kandungan gizi yang tinggi,” ungkapnya. Jika melihat secara nasional, bujet makan siang gratis hanya Rp 10 ribu per anak.
Tentu nominal ini tidak masuk dengan biaya pangan di Balikpapan. “Bagaimana penyesuaiannya belum tahu. Kami juga menunggu keputusan MBG, terutama komposisi menu yang dihidangkan kepada siswa,” bebernya.
Meski begitu, Gasali tetap optimistis dan berharap progam MBG bisa berjalan baik dan lancar. “Kegiatan ini semoga efektif sekaligus menekan angka stunting. Semoga bisa bermanfaat untuk anak-anak di Balikpapan,” tuturnya.
Bagaimana pun pemerintah daerah siap mendukung program dari pemerintah pusat. Namun sesuai fungsi legislatif, DPRD Balikpapan akan memberi perhatian dan pengawasan program tersebut.
Dia mengaku, Komisi IV kini masih berkoordinasi dengan instansi terkait. Seperti Disdikbud Balikpapan sebagai penerima manfaat, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan yang mengawasi gizi menu, dan sebagainya.
Baca Juga: Permintaan Ekspor Nonmigas ke Pakistan Melonjak
Rencananya pelaksanaan program MBG berjalan serentak pada Senin (6/1/2025). SMP 5 dan SMK 1 Balikpapan menjadi lokasi uji coba. Namun untuk membuat persiapan yang lebih matang, pelaksanaan MBG di Balikpapan harus tertunda.
Informasi ini disampaikan BGN, alasannya masih perlu koordinasi lebih lanjut dengan beberapa pihak terkait. Pelaksanaan makan siang gratis ditunda hingga minggu depan pada 13 Januari 2025. (*)
Editor : Ery Supriyadi