KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Inflasi Balikpapan pada Desember 2024 tercatat sebesar 1,11 persen year on year (yoy). Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Balikpapan menyebut, salah satu faktor penekan inflasi dari kebijakan penurunan harga tiket pesawat.
Pemerintah pusat memberi instruksi penurunan harga tiket pesawat sebesar 10 persen selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Diskon ini berlangsung 16 hari pada 19 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025.
Baca Juga: Awasi Program Makan Bergizi Gratis, DPRD Balikpapan Tekankan Pilihan Menu
Kebijakan ini menjadi salah satu faktor utama yang menahan laju inflasi. Ini terlihat pada kondisi pertumbuhan penumpang dan pergerakan pesawat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan.
CEO Regional VI Angkasa Pura Indonesia Handy Heryudhitiawan mengatakan, penurunan harga tiket memang cukup berpengaruh. Selama Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, penumpang naik 27 persen atau 329.455 penumpang.
Sedangkan periode yang sama tahun lalu hanya 259.698 penumpang “Perkiraan kami tidak tumbuh sebesar ini selama Nataru. Tapi ternyata bisa naik melihat data periode nataru tahun ini dan tahun lalu,” katanya kepada awak media.
Kemudian sisi pergerakan pesawat tumbuh 15 persen dengan 2.796 pesawat dari nataru tahun lalu sebesar 2.436 pesawat. Serta untuk kargo nataru tahun ini, naik 17 persen dengan 3.229.806 kilogram.
Handy mengaku terkesan dengan pencapaian ini. Sebab situasi penerbangan belum benar-benar pulih. Namun Bandara SAMS Sepinggan mampu melayani total penumpang 5,5 juta sepanjang 2024.
“Angka ini menurut kami sudah cukup bagus melihat kondisi sekarang. Sedangkan untuk target tahun ini masih menghitung kemungkinan sekitar 5,8 atau 5,9 juta penumpang,” ujarnya.
Baca Juga: Jalan MT Haryono Balikpapan Diperluas Malah untuk Parkir, Ini Penjelasan Dishub Balikpapan
Sebagai informasi, Bandara SAMS Sepinggan melayani 5.551.608 penumpang pada 2024. Apabila dibandingkan periode 2023, maka terdapat kenaikan penumpang sebesar 9 persen dari 5.102.328 penumpang.
Kemudian pertumbuhan 5 persen untuk pesawat dari 51.104 pergerakan pada 2024. Sebelumnya 48.909 pergerakan pesawat pada 2023. Hal ini melampaui kondisi sebelum pandemi. “Tahun 2019 melayani 5.429.716 penumpang dan 59.125 pesawat,” tutupnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi