KALTIMPOST.ID-Tujuan salat paling tinggi, penghambaan pada Allah SWT. Di antaranya mensyukuri nikmat yang telah dianugerahkan. Allah tidak akan mengazab suatu kampung, jika penduduknya bertakwa pada Allah SWT.
Itu diungkapkan KH Mahmud Syarkani Al Banjari atau yang akrab disapa Guru Mahmud, saat ceramah memperingati Isra Miraj digelar Dewan Kemakmuran Masjid Al Ikhlas, Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 7, RT 37, Balikpapan Utara, Minggu (19/1) malam.
Manusia paling mulia rasul Nabi Muhammad SAW diundang bertemu langsung Allah SWT. “Sangat beruntung, manusia menyempatkan salawat menyebut nama Nabi Muhammad SAW,” ungkap Mahmud.
Qori internasional dari Balikpapan yang kerap menyelingi canda dan tawa setiap ceramahnya itu meyakini, ketika bersalawat pada nabi, maka Allah menurunkan rahmat yang tak terhitung jumlahnya.
Dalam percakapan Allah dengan malaikat Jibril, tutur Mahmud, Nabi Ibrahim adalah kekasih Allah. Tapi yang disayangi, hanya satu, yaitu Nabi Muhammad SAW. “Maka jika ingin disayangi Allah, perbanyak bersalawat pada Nabi Muhammad SAW,” pesannya.
Guru Mahmud yang aktif berinteraksi dengan jamaah ketika ceramah itu menganjurkan, agar menyempatkan berzikir selepas salat lima waktu. Bacaannya Alhamdulillahilladzi An Amana Bini'matil Imani Wal Islam, artinya: Segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat besar kepada kita, berupa nikmat iman dan Islam.
“Silakan amalkan setelah salat lima waktu. Siapa yang mengamalkan zikir doa tersebut, insyaallah meninggal dalam keadaan husnul khotimah,” pesannya.
Isra Miraj digelar setiap tahun bukan hanya sekadar perayaan seremonial saja, namun harus diamalkan. Hendaknya menjadi motivasi dan semangat selalu menjalankan salat lima waktu.
Di antaranya, berupaya meningkatkan serta memperbaiki kualitas salat secara perlahan namun pasti. “Perbaiki salatmu, salat kita, maka Allah SWT perbaiki seluruh kehidupanmu, kehidupan kita,” ungkapnya. (rd)
baimkaltimpost.bpn@gmail.com
Editor : Romdani.