KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Tarian barongsai dipercaya mampu mengusir roh jahat dan energi negatif, disuguhkan sebagai tradisi setiap perayaan Imlek.
“Dalam budaya tionghoa, barongsai mampu mengusir roh jahat serta energi negatif,” kata Ketua Barongsai Satya Dharma, Lukman Hendra.
Selain sebagai hiburan gratis, juga menjadi agenda rutin di Klenteng Satya Dharma, Guang De Miao, Pasar Baru, Balikpapan.
“Tarian barongsai menjadi hiburan gratis bagi warga Tionghoa dan masyarakat sekitar kelenteng,” ungkap.
Barongsai Satya Dharma juga menggelar ritual sakral, membuka mata untuk empat barongsai baru. Ritual ini menandai barongsai siap digunakan dalam pertunjukan.
“Tahapan ritualnya, membuka mata, kuping, dan mulut barongsai. Setelah diberkati, barongsai ini tidak boleh digunakan untuk latihan, hanya untuk pertunjukan resmi,” bebernya.
Perayaan Imlek di Kelenteng Guang De Miao, selain umat melaksanakan sembahyang, sudah menjadi tradisi tarian barongsai digelar di Kelenteng sebelum melakukan tarian selanjutnya di mal, toko, pemukiman warga dan lokasi lainnya.
Bagi kepercayaan masyarakat tionghoa, tarian barongsai dianggap sebagai simbol keberanian, kekuatan, kebijakan, dan keunggulan yang bertujuan untuk mengusir roh jahat dan mendatangkan keberuntungan.
Barongsai merupakan tarian tradisional dari Tiongkok yang biasanya ditarikan oleh dua orang yang mengenakan kostum menyerupai singa, dengan memadukan keterampilan, kekompakan, dan simbolisme mendalam. (*)
Editor : Duito Susanto