KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Kota Balikpapan menetapkan 10 Februari sebagai hari jadinya. Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan pengeboran pertama sumur minyak di Balikpapan. Keputusan ini diambil dalam seminar sejarah Balikpapan pada 1 Desember 1984.
Tidak mengherankan jika Balikpapan memilih peristiwa pengeboran minyak sebagai hari jadinya. Kota ini tumbuh dan berkembang berkat industri minyak sejak akhir abad ke-19.
Sebelum ditemukan minyak di Kalimantan Timur, Balikpapan hanyalah sebuah wilayah pos keamanan Kerajaan Kutai. Saat itu, hanya ada komunitas Bugis yang tinggal di daerah yang kini dikenal sebagai Kampung Baru.
Perubahan besar terjadi setelah perjanjian Consesie Mathilda pada tahun 1887 antara Pemerintah Hindia Belanda dan Sultan Kutai Kartanegara, yang memberikan hak eksplorasi kepada Belanda.
Pengeboran pertama yang diperkirakan pada 10 Februari 1897 oleh JH Menten di Teluk Balikpapan. Penemuan minyak ini mengubah Balikpapan menjadi pusat industri minyak, dengan berbagai konsesi minyak di sekitar wilayah tersebut.
Pada awal abad ke-20, Royal Dutch dan Shell membentuk perusahaan patungan yang memperkuat industri minyak di Balikpapan. Kilang minyak didirikan dan infrastruktur pendukung seperti jalan, jaringan pipa, dan pemukiman pekerja dibangun, yang mendorong perkembangan ekonomi kota.
Selama Perang Pasifik, Balikpapan menjadi target strategis karena sumber minyaknya yang penting. Jepang menguasai Balikpapan setelah mengalahkan Belanda, menjadikan kota ini sebagai salah satu pusat militer yang signifikan di luar Jawa.(*)
Editor : Thomas Priyandoko