KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Gedung Kesenian Balikpapan menjadi lokasi pertunjukan seni drama, tari, dan musik (Sendratasik). Ratusan siswa SMA 2 Balikpapan unjuk penampilan pada Sabtu (15/2).
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Disdikbud Balikpapan Ganung Pratikno. Turut hadir orangtua siswa yang menyaksikan penampilan putra putri kebanggan mereka.
Penampilan pertama yakni drama kisah Ken Arok. Total ada 10 drama dalam pertunjukan tersebut. Selama ini, SMA 2 menjadi sekolah yang konsisten setiap tahun menggelar pertunjukan sendratasik.
Tahun ini, pertunjukan sendratasik mengusung tema Balikpapan dalam Harmoni Merawat Budaya, Menyongsong Masa Depan. “Harmoni artinya berwarna-warni, beragam seni budaya disampaikan melalui drama,” kata Ketua Pelaksana Pertunjukan Sendratasik Nurbaya.
Tujuan utama yakni berkolaborasi dalam memajukan sekolah dan melestarikan budaya. Dia mengatakan, pertunjukan sendratasik sebenarnya momen pengambilan nilai praktik siswa.
Namun sekolah membuat kegiatan ini menjadi sebuah pertunjukan acara. Seperti pentas seni karena ada berbagai penampilan. Hasil kerja sama guru seni budaya dan bahasa Indonesia.
Nurbaya bersama Leonita Novianti Priyambodo dan Siti Nor Fatimah saling berkolaborasi. Ini pertunjukan oleh semua siswa kelas XI dan sebagian kelas XII. Total melibatkan lebih dari 500 siswa.
Tentu butuh perjuangan untuk menggelar acara tahunan tersebut. Tak sekadar pengambilan nilai praktek di sekolah. “Tapi dengan cara ini siswa akan puas. Mereka belajar tanggung jawab, disiplin, dan percaya diri untuk pentas,” bebernya.
Menurutnya belajar seni budaya dan bahasa Indonesia butuh kompetensi dasar yaitu kepercayaan diri. “Siswa kalau sudah berani pentas di atas panggung berarti sudah percaya diri,” imbuhnya.
Baca Juga: Rangkaian HUT Ke-128 Kota Balikpapan, Ribuan Pelari Warnai Balikpapan Running 2025
Serta terpenting belajar manajemen dalam pertunjukan. Mereka tidak hanya belajar teori, tapi praktek langsung. “Kami tidak menggunakan jasa event organizer. Semua kerja keras dan kerja sama siswa,” ujarnya.
Nurbaya menjelaskan, tak semua siswa tampil menjadi artis dalam pementasan drama. Ada juga siswa yang berperan di balik layar. Misalnya bertugas sebagai operator, lighting, sampai pengarah suara semua siswa.
Mereka punya kelebihan masing-masing. Jadi siswa bersinergi dan berbagi tugas. “Tantangannya siswa harus belajar manajemen waktu karena menggunakan banyak properti,” imbuhnya.
Tahun ini yang menjadi spesial, pihaknya memiliki program project basic learning (PJBL). Siswa kelas XII membuat formula tarian. Kemudian melatih siswa-siswa di sekolah yang bekerja sama dengan SMA 2 Balikpapan.
Di antaranya SD 001 Balikpapan Utara, SD 005 Utara, SD 027 Balikpapan Tengah, SMP 6, dan TK Gelatik. “Jadi siswa juga menghadapi tantangan dalam melatih seni tari kepada anak-anak yang lebih muda,” sebutnya.
Nurbaya dan tim bersyukur, kegiatan ini mendapat dukungan dari Plt Kepala SMA 2 Balikpapan Sekolah Yula Irawati. “Alhamdulillah di bawah kepemimpinan beliau sangat antusias dan mendukung pertunjukan ini,” ujarnya.
Baca Juga: Permak Bendali Telaga Sari, Hipmi Ikut Berperan Demi Balikpapan Terang
Serta keterlibatan semua guru yang ikut berpartisipasi mendukung acara. Semua tidak terlepas dari koordinasi dan komunikasi yang baik. Sehingga acara bisa berjalan lancar. (*)
Editor : Ery Supriyadi