KALTIMPOST.ID-Upaya mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Komisi II DPRD Balikpapan mendorong keberadaan lokasi wisata baru.
Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan tamu yang memerlukan hiburan di Kota Minyak. Sehingga tak hanya mengandalkan Pantai Manggar yang selama ini sumber utama PAD dari wisata.
“Kami merekomendasikan pemerataan wisata baru. Tidak hanya di Balikpapan Timur. Tapi bisa berkembang ke wilayah barat dan utara,” kata Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Fauzi Adi Firmansyah.
Dia memberi usulan, Balikpapan Utara bisa membuat objek wisata baru bertema rumah adat Nusantara. Konsepnya seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Wisata itu menampilkan adat dari berbagai provinsi. “Kalau hanya rumah adat bosan, nanti ada kuliner khas juga sesuai provinsi masing-masing,” ucapnya.
Sebagai tahap awal, wakil rakyat di legislatif sudah menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar). Kemudian pihaknya berlanjut melakukan kajian tahun ini.
“Lahan susah ada 2 hektare, perbatasan antara Batu Ampar dan Graha Indah,” sebutnya. Adi menyebutkan, ada hibah lahan yang bisa digunakan maksimal menjadi tempt wisata rumah adat Nusantara tersebut.
Bila dari hasil kajian dianggap layak, maka diupayakan penyusunan detail engineering design (DED) dalam APBD Perubahan 2025. Sehingga pembangunan fisik bisa berjalan pada 2026.
Komisi II DPRD Balikpapan optimistis bisa mewujudkan objek wisata tersebut. Harapannya agar objek wisata tidak hanya menumpuk di timur.
“Tapi ada pemerataan. Melihat potensi juga banyak wisata di utara seperti Kebun Raya dan lainnya,” pungkasnya. (gel/rd)
Editor : Romdani.