Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

DPD RI Usul Balikpapan Dapat Bantuan DAK untuk Proyek Jaringan Pipa Air Baku, Layak Masuk PSN

Dina Angelina • Senin, 3 Maret 2025 | 09:26 WIB

Ketua Komite IV DPD RI Ahmad Nawardi.
Ketua Komite IV DPD RI Ahmad Nawardi.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Soal ketersediaan air baku di Balikpapan yang jauh dari kebutuhan sudah terdengar oleh DPD RI. Saat berkunjung ke Balikpapan, senator perwakilan daerah ini turut memberi opsi untuk solusi masalah tersebut.

Dalam waktu dekat, DPD RI akan membawa masalah defisit air baku Balikpapan ke pemerintah pusat. Harapannya pusat segera mengambil langkah untuk membantu pemerintah daerah.

Baca Juga: Waspada, Ada Lebih 100 Laporan Pencurian Meteran Air PDAM di Balikpapan

Ketua Komite IV DPD RI Ahmad Nawardi mengatakan, persoalan air tak bisa ditunda. Apalagi air merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Maka butuh solusi secepatnya terhadap penyediaan air bersih.

Ahmad menjelaskan, pihaknya mendapat laporan masyarakat juga sulit menggunakan air tanah di Balikpapan. Sebab terdapat banyak kandungan minyak.

Selama ini, Balikpapan mengandalkan waduk tadah hujan. Pihaknya telah mendengar keinginan Pemkot Balikpapan untuk mengambil air bersih dari Bendungan Sepaku Semoi dan Sungai Mahakam.

Baca Juga: Sudah Mendesak! PTMB Minta ke DPD RI Soal Pengadaan Air Baku di Balikpapan Mesti Masuk Proyek Strategis Nasional

Ini disampaikan oleh Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). Sementara untuk opsi keduanya, pemerintah daerah tentu tidak mampu membiayai seluruhnya.

Mengingat butuh biaya dengan nominal ratusan miliar. “Jarak dari sini untuk mengambil air Sungai Mahakam ada ratusan kilometer dan butuh biaya besar,” tuturnya.

Dia memahami, masalah penyediaan air bersih ini harus mendapat perhatian pemerintah pusat. Artinya pemerintah kota tidak bisa sendiri, namun perlu bantuan dari pusat.

Ahmad menawarkan beberapa saran yang berpeluang untuk mengatasi masalah krisis air baku. “Pertama pemberian insentif dana atau stimulus dari APBN dalam bentuk dana alokasi khusus (DAK),” ungkapnya.

Baca Juga: Satu Lagi Pengedar Sabu-sabu Diringkus Polisi, Di Sini Lokasi Sasaran Peredarannya

Kedua, ada bantuan agar investor bisa masuk dan melirik proyek tersebut. “Ketiga, mungkin ada dana pinjaman lunak dari pemerintah dengan bunga yang sangat rendah,” sebutnya.

Menurutnya, ketiga opsi ini masih memungkinan untuk membangun jaringan pipa air. Dia menjelaskan, ada permintaan agar masalah penyediaan air baku ini menjadi proyek strategi nasional (PSN).

Pihaknya setuju dan siap mengusulkan kepada pemerintah pusat. Melihat keberadaan Balikpapan sebagai kota penyangga IKN dan sejumlah aktivitas meningkat di sini.

“Nantinya jumlah penduduk semakin bertambah dan diikuti kebutuhan air,” imbuhnya. Sementara kini jumlah defisit air baku di Balikpapan sudah mencapai 1.000 liter per detik.

Baca Juga: Tanda Kota Semakin Maju, Warga Harus Beralih ke Angkutan Umum untuk Bepergian

Itu baru mengukur kebutuhan layanan masyarakat yang ada sekarang. Belum lagi menghitung kebutuhan di masa mendatang. Ahmad menilai besar kepentingan ini sudah pantas untuk masuk sebagai PSN.

Apalagi jaringan pipa dari Sungai Mahakam tak hanya untuk Balikpapan. “Tapi juga bisa dialirkan ke kota-kota sekitar yang menjadi daerah penyangga IKN. Termasuk IKN sendiri,” pungkasnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#dpd ri #sungai mahakam #IKN #proyek strastegis nasional #air baku #balikpapan