BALIKPAPAN - Wakil rakyat di bangku legislatif Balikpapan memberi waktu bagi kontraktor pembangunan Rumah Sakit (RS) Sayang Ibu Balikpapan mengejar progres. Mengingat sebelumnya sempat tertinggal jauh.
Kini kontraktor terpilih PT Ardi Tekindo Perkasa yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur mendapat tambahan waktu pekerjaan selama 180 hari kerja tanpa denda. Artinya sekarang masih dalam tahap pembangunan.
“Seharusnya Juni nanti sudah rampung. Mudah-mudahan sesuai target pekerjaan,” kata Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Gasali. Jika setelah penambahan waktu, proyek belum juga rampung maka dilakukan putus kontrak.
Sebagai informasi, Pemkot Balikpapan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 106 miliar untuk pembangunan RS Balikpapan Barat. Seharusnya proyek infrastruktur ini sudah berjalan pada 2024.
Sempat tertunda karena masalah sengketa lahan yang membuat ketidaksiapan lokasi untuk memulai pembangunan. “Karena ada hal tidak terduga, kontraktor dikasih kesempatan lagi tahun ini dan tidak mengubah anggaran masih sama,” bebernya.
Pihaknya siap mengawal perkembangan proyek ini agar tetap berjalan sesuai aturan. Baik dari sisi pembangunan fisik maupun dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Alwiati mengatakan, pembangunan RS Balikpapan Barat masih berjalan. Menurutnya biarkan kontraktor bekerja dulu sesuai target.
Pihaknya nanti akan meng-update lagi berapa persen progres yang ada. “Nanti kami laporkan lagi sebagai tindak lanjut hasil kunjungan dan rapat dari DPRD. Sejauh ini tidak ada kendala,” pungkasnya. (gel)
Editor : Muhammad Ridhuan