KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Usai viral di media sosial terkait biaya perpisahan sekolah yang memberatkan orangtua siswa di Balikpapan. Salah seorang netizen menyebutkan diminta sumbangan hingga Rp 530 ribu.
Wakil rakyat di legislatif menegaskan agar komite sekolah maupun sekolah bijaksana dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Gasali mengatakan, pihaknya sedari awal telah memberi imbauan.
“Jangan sampai acara seperti ini hanya memberatkan orangtua siswa,” katanya kepada awak media. Terlebih Disdikbud Balikpapan secara resmi telah mengeluarkan surat imbauan.
Isinya agar sekolah tidak berlebihan dalam menggelar kegiatan perpisahan siswa. Dia mengerti kegiatan ini hasil kesepakatan yang diambil oleh komite sekolah. Mereka adalah perwakilan orangtua.
“Kami berharap komite sekolah bisa diskusi dengan seluruh orangtua siswa agar tidak ada yang keberatan,” ucapnya. Melainkan sudah hasil kesepakatan semua orangtua.
Apalagi dia memahami saat ini momen Ramadan dan Idul Fitri, tentu banyak keperluan lain di masing-masing keluarga. Maka wajar jika ada yang merasa keberatan dengan nilai sumbangan begitu besar.
Komisi IV menegaskan, tidak ada penekanan biaya di luar dari yang sewajarnya. “Kalau memang ada yang keberatan kenapa harusnya dijalankan?,” imbuhnya. Terlebih kegiatan ini tidak bersifat wajib.
Sedangkan bagi yang sudah setor uang, mungkin bisa cari solusi bersama. “Kalau ada keberatan bisa melapor saja ke Disdikbud dulu sebagai pemilik kewenangan,” bebernya.
Namun kondisinya akan berbeda jika memang semua orangtua murid sudah sepakat dengan keputusan komite. Maka dia mempersilakan jika setuju menggelar acara perpisahan.
“Itu sah-sah saja dan jadi tanggungan masing-masing,” sebutnya. Artinya selama orangtua merasa sanggup dan tidak keberatan.
Secara prinsip sudah diimbau dalam edaran agar meminta acara tidak dibuat yang memberatkan orangtua. Gasali berharap etiap pihak bijak dengan rencana kegiatan tersebut. (*)
Editor : Duito Susanto