KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Arah kebijakan pembangunan kewilayahan Balikpapan sudah tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2025-2029. Ada pembagian lokasi prioritas Provinsi Kaltim.
Balikpapan masuk dalam highlight indikasi intervensi RPJMN 2025-2029. Yakni sebagai kawasan superhub ekonomi Ibu Kota Nusantara (IKN) dan kawasan perkotaan besar. Itu memuat beberapa rencana proyek di Balikpapan.
Baca Juga: Muhammad Haikal Al Ghifari, Siswa Balikpapan Raih Juara MTQ Internasional di Brunei Darussalam
Sebagai kawasan superhub ekonomi IKN, RPJMN memuat rencana pembangunan sarana dan prasarana pendukung. “Output SPAM Regional Kalimantan Timur,” kata Direktur Regional II Kedeputian Bidang Pembangunan Kewilayahan Bappenas Mohammad Roudo.
Kemudian penguatan serta peningkatan teknologi dan inovasi yang terstandarisasi di industri dasar yakni dengan pembangunan Kilang Balikpapan. Ketiga, pembangunan dan pengembangan pelabuhan laut dengan pengembangan pelabuhan.
“Selanjutnya optimalisasi dan peningkatan layanan dan prasarana bandara yakni pengembangan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan,” tuturnya. Ini dianggap penting karena Bandara Sepinggan menjadi pintu gerbang IKN dan Kaltim.
Baca Juga: Gelombang Penolakan RUU TNI Semakin Meluas, Akademisi dan Mahasiswa Turun ke Jalan
Serta pengembangan transportasi berkelanjutan dengan pengembangan angkutan massal berbasis jalan di kawasan perkotaan. “Saat ini sudah berjalan dengan skema pembelian layanan BTS (buy the service) yaitu Balikpapan City Trans,” tuturnya.
Sementara untuk highlight kawasan perkotaan besar meliputi Balikpapan dan Samarinda. Ada pun output yang direncanakan seperti bantuan PSU bidang perumahan, pembinaan, dan pengawasan pengembangan sanitasi.
Bantuan pembangunan rumah susun hunian ASN/TNI/Polri, pemugaran dan peremajaan permukiman kumuh, bantuan pembangunan rumah swadaya, bimbingan teknis peningkatan kapasitas dalam penanganan pengungsi, dan sebagainya.
Baca Juga: Ruben Onsu dan Desy Ratnasari Kompak Buka-bukaan Status Hubungannya
Terakhir penyediaan rumah murah bersanitasi baik bagi yang membutuhkan. “Terutama kategori MBR (masyarakat berpenghasilan rendah), termasuk generasi milenial dan generasi Z,” tandasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi