BALIKPAPAN - Pemprov Kaltim menunjukkan keseriusan dalam memperhatikan fasilitas kesehatan dan pendidikan di Balikpapan. Ini dilakukan dengan peningkatan fasilitas, sarana dan prasarana.
Seperti pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Khusus Jantung RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD). Total menghabiskan dana hingga Rp 357 miliar dari APBD Kaltim.
Kini, pembangunan fisik Gedung IGD Khusus Jantung RSKD sudah rampung. Rencananya baru dapat mulai beroperasi tahun ini atau selambatnya pada 2026.
“Kami akan memfungsikan gedung rawat jantung yang sekarang sudah selesai fisik bangunan. Saat ini tinggal melengkapi alat kesehatan,” kata Kepala Bappeda Kaltim Yusliando.
Ada pun kebutuhan peralatan ini berkisar Rp 150 miliar. Sebagai informasi, IGD Khusus Jantung RSKD terdiri dari delapan lantai. Lengkap dengan berbagai fasilitas modern untuk mendukung operasional.
Mulai dari fasilitas rawat jalan jantung, ruang perawatan jantung, ruang UGD Jantung, dan ruang bedah jantung. Nanti terdapat 125 bed, tiga ruang operasi, dan 10 tempat tidur ICU jantung.
Sementara untuk bidang pendidikan, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud berencana membangun sekolah menengah unggulan SMA/SMK. Saat ini masih dalam tahap kajian oleh Disdikbud Kaltim.
Tentu ini sesuai dengan program nasional akan membangun sekolah unggulan di masing-masing kabupaten/kota. “Provinsi akan mendorong untuk membangun SMA/SMK unggulan di Balikpapan,” tuturnya.
Serta rencana membangun atau meningkatkan jalan Muara Rapak - Simpang Kariangau. Mengingat status masuk jalan provinsi. “Penanganan dampak sosial termasuk pembebasan lahan kita rumuskan,” tuturnya. Dia berharap lima tahun ke depan, rencana peningkatan kapasitas jalan ini bisa terealisasi. (gel)
Editor : Muhammad Ridhuan