KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan kembali menunjukkan komitmennya dalam upaya perlindungan dan pemberdayaan anak.
Kali ini dengan mengadakan silaturahmi ke Perlindungan Perempuan dan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PPATBM) Balikpapan Tengah. Kegiatan ini juga dirangkai dengan pembagian sembako dalam program Jumat Berkah di Halte Sedekah Karang Rejo, Jumat (21/3/2025).
Umar Adi selaku kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Balikpapan menyampaikan, silaturahmi ini merupakan bagian dari tugas bidangnya untuk mendekatkan informasi terkait perkembangan isu-isu perlindungan anak sekaligus sebagai bentuk evaluasi dan mempererat hubungan dengan mitra kerja.
“Menyapa rekan-rekan PPATBM menjadi tugas kami dalam rangka mendekatkan informasi yang berkembang mengenai permasalahan anak. Ini juga menjadi bagian dari silaturahmi untuk terus meningkatkan koordinasi dan kolaborasi,” ujar Umar Adi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rute rutin yang dilakukan DP3AKB setiap seminggu sekali. Dimulai dari PPATBM di wilayah Kecamatan Balikpapan Selatan, Timur, Barat, Utara, Tengah, dan menyusul Kecamatan Balikpapan Kota. Program ini bergulir secara konsisten sebagai upaya mendukung Balikpapan sebagai Kota Ramah Anak.
DP3AKB terus berkomitmen untuk mewujudkan Balikpapan sebagai Kota Ramah Anak. "Melalui program-program PPATBM maupun lembaga lainnnya dan dukungan dari masyarakat, kita dapat bersama-sama mewujudkan Balikpapan sebagai Kota Ramah Anak,” pungkas Umar Adi.
Dalam pertemuan ini, DP3AKB dan PPATBM Balikpapan Tengah membahas berbagai kasus yang ditangani oleh PPATBM di wilayah tersebut. Beberapa isu yang menjadi fokus pembahasan antara lain perawatan sarana dan prasarana (sapras) di ruang bermain anak, upaya meningkatkan minat baca anak, serta penanganan kasus anak putus sekolah.
Ketua PPATBM Dyah Retnani mengatakan, selain Karang Rejo, PPATBM Mekar Sari turut hadir dalam kegiatan itu. Dengan fokus pada membahas permasalahan anak yang makin majemuk, dan kendala yang dihadapi dilapangan semoga bisa diminimalisasi.
"Dengan memperbanyak sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat jika ada permasalahan harus ke mana melapor dan apa yang harus dilakukan, sehingga bisa dicegah dan diantisipasi," ungkap Dyah. (*)
Editor : Ery Supriyadi