Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pertama Kali di Balikpapan, Bocah Enam Tahun Tewas Disengat Ubur-Ubur Saat Berenang di Pantai AURI

Rikip Agustani • Jumat, 28 Maret 2025 | 04:06 WIB
TERMENUNG : Nia (baju merah) saat berada di hadapan jenazah anaknya yang meninggal dunia disengat ubur-ubur, Kamis (27/3).
TERMENUNG : Nia (baju merah) saat berada di hadapan jenazah anaknya yang meninggal dunia disengat ubur-ubur, Kamis (27/3).

KALTIMPOST.ID, Seorang bocah berusia enam tahun meninggal dunia setelah disengat seekor ubur-ubur.

Saat bermain bersama temannya-temannya, di Pantai AURI, Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kamis (27/3) siang.

Kasus yang dialami bocah beranam Asrul ini tergolong langka. Dan merupakan kematian pertama akibat sengatan ubur-ubur dalam beberapa tahun terakhir di Balikpapan.

Berdasarkan keterangan dari Saksi, Sulaiman sekira pukul 11.30 WIta, dia melihat 8 anak sedang asyik berenang di tepi Pantai AURI Sepinggan. Saat itu, dia sedang menjala ikan tak jauh dari lokasi tersebut.

Namun, tiba-tiba terdengar teriakan kesakitan dari Asrul. Dan teman-temannya meminta tolong kepada Sulaiman.

Ketika dievakuasi, mulut Asrul sudah mengeluarkan busa. Akibat dari sengatan ubur-ubur tersebut.

“Kukira kena toka-toka, semacam ikan pari. Begitu aku angkat, ternyata (disengat) benang-benang (ubur-ubur), Dan ketika diangkat sudah meninggal. sudah berbusa mulutnya,” katanya kepada Kaltim Post di lokasi kejadian.

Tubuh Asrul pun diangkat Sulaiman ke daratan tepi pantai. Karena sengatan ubur-ubur itu, sempat mengenai tangannya, makanya dia bergegas mengolesinya dengan pasir pantai.

Untuk mengurangi efek sengatan. “Aku ambil pasir untuk obatnya, Kalau cepat enggak diantisipasi bisa kena juga,” ujra Sulaiman.

Tak lama setelah tubuh Asrul dievakuasi ke tepi pantai, ibu korban, Nia hanya bisa terdiam.

Sesekali dia menangis melihat tubuh anaknya yang ditutupi daun pisang. Perempuan paruh baya ini sudah melarang anaknya untuk pergi bermain ke pantai.

Namun larangannya tidak didengar. Hingga akhirnya mendengar korban meninggal dunia disengat ubur-ubur.

“Sudah kularang turun (ke pantai) tadi. Kita kan di Batakan,” ujar Nia sesegukan.

Danru TRC Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan Hendro Susanto mengungkapkan jenazah Asrul kemudian dievakuasi ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan untuk dilakukan visum.

Dari kesimpulan sementara, kemungkinan besar penyebab kematian korban adalah terkena sengatan ubur-ubur atau benang benang.

“Karena pas kami datang, korban sudah meninggal dunia. Dan jenazahnya dibawa ke RSKD untuk dilakukan visum,” katanya.

Atas kejadian ini, BPBD Balikpapan mengimbau kepada masyarakat yang akan menghabiskan waktu liburan di pantai untuk berhati-hati.

Apalagi di saat momen libur panjang Lebaran ini, diharapkan untuk berhati-hati terhadap serangan hewan laut yang berbahaya. Salah satunya ubur-ubur.

“Oleh karena itu, kami dari BPBD meminta masyarakat tetap berhati-hati. Karena kita tidak tahu hewan di laut seperti apa. Tetapi petugas tetap kami siagakan di beberapa pantai. Seperti Pantai Manggar, Pantai Lamaru, Pantai Kemala Beach, dan Pantai Kilang,” katanya.

Termasuk dengan beberapa pantai yang rawan, seperti Pantai AURI Sepinggan. Lokasi Asrul sempat tersengat ubur-ubur.

“Nanti kami akan koordinasi dengan pimpinan, untuk pantai di luar itu. Termasuk Pantai AURI ini. Untuk tetap dimonitoring saat libur Lebaran nanti,” pungkasnya. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#Pantai AURI Balikpapan #anak meninggal #ubur-ubur #balikpapan