Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kreativitas dan Kearifan Lokal Warnai Hari Kedua Lomba TTG Balikpapan

Supriyono Lupus • Rabu, 16 April 2025 | 11:40 WIB
Peserta TTG kategori inovasi SMA Patra Dharma menampilkan alat Pakan Ikan Otomatis Berbasis IoT.
Peserta TTG kategori inovasi SMA Patra Dharma menampilkan alat Pakan Ikan Otomatis Berbasis IoT.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Kreativitas dan kearifan lokal mewarnai hari kedua pelaksanaan Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Kota Balikpapan tahun 2025.

Lomba TTGI ini berlangsung pada Selasa, 15 April, di aula Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) serta Disdukcapil Kota Balikpapan.

Pada hari kedua ini, dua kategori utama yang dilombakan adalah kategori inovasi dan olahan makanan khas.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh kecamatan di Balikpapan. Mereka menampilkan beragam inovasi alat serta produk makanan khas berbasis kearifan lokal yang menunjukkan potensi dan kreativitas wilayah masing-masing.

Dalam kategori inovasi, Kecamatan Balikpapan Selatan diwakili oleh siswa SMA 5 yang memperkenalkan alat Hybrid Water Purification Unit, sebuah teknologi pemurnian air yang ramah lingkungan.

Sementara itu, Kecamatan Balikpapan Kota menghadirkan kompor inovatif bernama TAMARA, singkatan dari Tanggap, Aman, Monitor, Alarm, Responsif, dan Andal, hasil karya Rahmadani Susanto.

Dari Kecamatan Balikpapan Barat, MTs Ibnu Khaldun menampilkan karya bertajuk “Kulit Bawang Bukan Limbah Biasa” yang memanfaatkan limbah dapur menjadi produk bernilai guna.

Kecamatan Balikpapan Tengah diwakili oleh SMA Patra Dharma yang menghadirkan alat Pakan Ikan Otomatis Berbasis IoT untuk mendukung efisiensi dalam budidaya perikanan.

Sementara itu, Kecamatan Balikpapan Utara menyajikan inovasi Briket LIPOBAY sebagai bahan bakar alternatif berkelanjutan.

Di kategori olahan makanan, peserta dari masing-masing kecamatan memperkenalkan dan mempromosikan kuliner khas daerah mereka.

Kecamatan Balikpapan Timur menampilkan kreasi olahan pepaya berupa Pepaya Snack Coklat dan Pepaya Crispy yang dikembangkan oleh Davo Mawale.

Dari Kecamatan Balikpapan Tengah, hadir produk Abonkah (Abon Kulit Nangka) dan Abonday (Abon Manday) yang diinisiasi oleh Bumbu Mamakku.

Peserta olahan makanan dari Kecamatan Balikpapan Utara dengan olahan Wedang Dayak Tea Bag Series, Wedang Dayak Instam dan Coffee Plus Pasak Bumi, Wedang Dayak Ready to Drink.
Peserta olahan makanan dari Kecamatan Balikpapan Utara dengan olahan Wedang Dayak Tea Bag Series, Wedang Dayak Instam dan Coffee Plus Pasak Bumi, Wedang Dayak Ready to Drink.

Kecamatan Balikpapan Utara diwakili oleh PT Bungas Food Nusantara yang menyajikan beragam produk minuman khas seperti Wedang Dayak Tea Bag Series, Wedang Dayak Instam, Coffee Plus Pasak Bumi, dan Wedang Dayak Ready to Drink.

Dari Balikpapan Selatan, CV Cerita Bahagia Food memperkenalkan Biskuit Ikan bernama Mini Fish. Sementara itu, Balikpapan Kota menampilkan olahan Cemperula Dodol Fusion, yakni perpaduan dodol cempedak dan rumput laut yang dikembangkan oleh Ketua Posyantek.

Balikpapan Barat menutup kategori makanan dengan produk Brownies Krezz hasil karya Siti Musdalipah.

Para peserta menampilkan alat-alat yang tidak hanya inovatif, tetapi juga praktis dan dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dalam berbagai bidang kehidupan.

Di sisi lain, olahan makanan yang dipersembahkan oleh para pelaku UMKM membuka peluang untuk memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus mendukung pengembangan usaha berbasis potensi daerah. (pus)

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#Lomba TTG #balikpapan