Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Balikpapan akan Kembangkan 3 Fasilitas Pengolah Air Limbah

Rikip Agustani • Minggu, 27 April 2025 | 18:29 WIB

Photo
Photo
Kepala Bappeda Litbang Balikpapan, Murni

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL yang ada di Balikpapan akan dikembangkan. Di mana ada 3 IPAL yang digarap kapasitas pengolahannya. Agar bisa disalurkan lebih banyak ke Sambungan Rumah (SR) yang ada di Balikpapan. Pemkot Balikpapan akan bekerja sama dengan pemerintah Australia untuk merealisasikan rencana tersebut.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Balikpapan Murni mengungkapkan, Pemkot Balikpapan menerima hibah Australia Indonesia Infrastructure Grant for Sanitation (sAIIG) untuk pengembangan sambungan rumah air limbah sebesar Rp 900 juta. Dari Australian Agency for International Development (AUSAID), lembaga pemerintah Australia yang bertanggung jawab mengatur bantuan luar negeri Australia. 

“Juga dilanjutkan dengan kerja sama pengembangan air limbah melalui kajian kelayakan. Apakah perIu dikembangkan atau tidak, ternyata hasil kelayakannya perlu dikembangkan,” katanya kepada Kaltim Post di Kantor Wali Kota Balikpapan, pekan lalu.

Dia menyebut tiga lokasi sasaran studi kelayakan pengolahan air limbah ini. Yaitu IPAL Margasari di Kecamatan Balikpapan Barat untuk peningkatan volume dan perluasan area. Dengan jangkauan hampir 200 SR.

Kemudian di Kawasan Industri Kecil (KIK) Somber di Kecamatan Balikpapan Utara, untuk pengelolaan limbah industri dan  limbah masyarakat. Dengan jangkauan di atas 300 SR

Serta yang ketiga di Sepinggan Kecamatan Balikpapan, di samping Bandara SAMS Sepinggan, untuk pengembangan air limbah. Jangkauannya cukup besar di atas 500 SR.

“Semuanya dikaji sudah memungkinkan. Jadi ada tiga lokasi itu, tidak memilih satu dari tiga. DED-nya juga dibantu oleh mereka (Pemerintah Australia). Rencananya minggu depan (pekan ini) DED-nya di fix-kan. Jadi belum tahu nilai investasinya berapa,” ungkapnya.

Murni mengatakan, Pemerintah Australia berharap Pemkot Balikpapan bisa membantu memfasilitasi pembangunannya melalui KPBU atau bisa masuk ke Prioritas Nasional Pembangunan Indonesia di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. “Kalau kajian selesai, dan proses lelangnya lancar, maka pembangunan IPAL bisa dilaksanakan pada tahun 2027. Debitnya nanti menunggu hasil DED. Karena baru hasil kajian kelayakan yang baru diselesaikan. Bisa lebih dari 300 SR. karena jangka pengembangananya bisa sampai 20 tahun,” terang dia.

Selama ini, air limbah dari masyarakat langsung dibuang ke saluran air atau septic tank.  Oleh karena itu, Pemkot Balikpapan memfasilitasi air limbah dapat diolah. Dan menghasilkan gas metana yang  bisa digunakan. Kemudian air yang telah diolah dapat digunakan kembali, setelah memenuhi baku mutu untuk alam.

“Kalau untuk dikonsumsi enggak. Tetapi layak digunakan kembali. Jadi misalnya dialirkan untuk flush (menyiram). Itu masih di Margasari. Jadi air yang diolah dialirkan ke penduduk, digunakan hanya untuk flush atau menyiram,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Ismet Rifani
#Bappeda Litbang Balikpapan #murni #ipal