Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Cuaca Tak Stabil Waspadai Banjir, BPBD Balikpapan Pantau Tiga Kecamatan Rawan Terendam

Rikip Agustani • Minggu, 11 Mei 2025 | 15:31 WIB

Photo
Photo
LANGGANAN : Tugu Adipura di Jalan Pangeran Antasari, Balikpapan Tengah menjadi salah satu lokasi yang selalu tergenang ketika hujan deras turun. Gambar dipotret Senin (5/5) lalu. (FOTO RIKIP/KP)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Banjir masih mengancam sejumlah wilayah di Balikpapan. Kondisi ini terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi  melanda kawasan yang menjadi langganan banjir. Seperti kawasan Jalan MT Haryono di Kecamatan Balikpapan Selatan dan Jalan A Yani di Kecamatan Balikpapan Tengah.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan Usman Ali menyebut ancaman banjir ini masih akan terjadi lantaran cuaca di Balikpapan yang tidak stabil. Sehingga meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada, apabila terjadinya hujan dengan intensitas tinggi yang disertai dengan cuaca ekstrem. “Kami minta masyarakat tetap waspada dan berhati-hati. Apabila terjadi hujan durasi cukup lama  dan deras,” pesannya saat diwawancarai Kaltim Post belum lama ini.

Meski demikian, banjir yang terjadi di Balikpapan, secara umum hanya air tergenang dalam waktu singkat. Berkisar 3-4 jam tergenang, kemudian surut.

Usman Ali mengingatkan kepada semua perangkat daerah, baik di kelurahan maupun kecamatan untuk tetap mengantisipasi banjir ini. “Titik genangan secara umum sama saja. Tidak banyak. Cuma kita minta masyarakat tetap waspada. Karena memang banjir tidak diprediksi. Karena curah hujan kadang rendah kadang tinggi,” terang dia.

Usman Ali pun menerangkan selama ini kawasan yang menjadi langganan genangan banjir di Balikpapan adalah Kawasan Jalan MT Haryono, Balikpapan Selatan. Kemudian Kawasan Batu Ampar di Balikpapan Utara, hingga Jalan Jenderal Sudirman, samping Hotel Zurich, Balikpapan Selatan. Kemudian di Jalan A Yani hingga Tugu Adipura di Jalan Pangeran Antasari, Balikpapan Tengah.

“Kawasan-kawasan itu, yang selalu kami pantau. Ketika hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama,” pungkasnya.

Menurut Dokumen Kajian Risiko Bencana Kota Balikpapan Tahun 2022-2026, hasil kajian bahaya terhadap bencana banjir di 6 kecamatan, total luas bahaya bencana banjir di Balikpapan adalah 12.492 hektare. Yang berada pada kelas tinggi.

Dari enam kecamatan yang ada di Balikpapan, hanya Kecamatan Balikpapan Kota yang memiliki kelas bahaya banjir pada kategori sedang, dengan luas 162 hektare. 

Selain itu, lima kecamatan lainnya masuk dalam kategori bahaya banjir termasuk dalam kelas tinggi. Untuk Kecamatan Balikpapan Barat seluas 4.093 hektare, lalu Balikpapan Selatan seluas 824 hektare, Balikpapan Tengah seluas 341 hektare, Balikpapan Timur seluas 4.471 hektare, dan Balikpapan Utara seluas 2.601 hektare. (*)

 

Editor : Ismet Rifani
#cuaca ekstrem #Usman Ali #bpbd balikpapan #banjir di Balikpapan