KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Jemaah haji berusia lanjut usia (lansia) menjadi prioritas pendampingan selama pelaksanaan ibadah haji tahun 1446 hijriah/2025 Masehi.
Dari 5 kloter jemaah haji asal Kaltim, ada sebanyak 563 orang yang berusia 60 tahun ke atas. Dengan jumlah jemaah yang telah berangkat ke Madinah, Arab Saudi pada gelombang pertama sebanyak 1.779 orang.
Berdasarkan data Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Balikpapan, jumlah jemaah haji lansia terbanyak berada di Kloter 1 Embarkasi Balikpapan. Yakni 136 orang dari 356 jemaah haji asal Balikpapan. Ada sebanyak 106 orang yang berusia 60-69 tahun, lalu 29 orang berusia 70-79 tahun, dan 1 orang berusia 80 tahun ke atas. Dan Kloter 1 telah berangkat pada 6 Mei 2025 lalu.
Sementara kloter terakhir jemaah haji pada gelombang pertama Embarkasi Balikpapan, telah berangkat pada Rabu (14/5) adalah Kloter 6. Di mana ada sebanyak 105 jemaah haji dari 356 jemaah haji gabungan asal Kabupaten Paser, Kota Balikpapan, dan Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara). Dengan rincian 78 orang berusia 60-69 tahun, lalu 21 orang berusia 70-79 tahun, dan 6 orang berusia 80 tahun ke atas. Ketua Kloter 6 Embarkasi Balikpapan Maslekhan menegaskan jemaah haji lansia menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
“Kami ingin memastikan para lansia bisa menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan tenang. Ini bukan hanya tugas, tapi juga bentuk pengabdian dan ibadah kami,” ujar Maslekhan.
Pria yang menjabat Kepala Bidang (Kabid) Bimbingan Masyarakat Islam Kanwil Kemenag Kaltim ini mengungkapkan, dia bersama timnya telah melakukan sejumlah persiapan. Seperti melakukan pendataan kondisi kesehatan jemaah, pemetaan tingkat risiko, serta pelatihan penanganan lansia secara fisik dan emosional.
Tak hanya itu, koordinasi dengan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) juga diperkuat. Untuk mengantisipasi gangguan kesehatan yang kerap dialami lansia. Seperti kelelahan, dehidrasi, atau tekanan darah rendah. “Kami berharap seluruh jemaah Kloter 6, terutama para lansia, bisa menjalankan rangkaian ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani