Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Redakan Trauma, Psikolog Beri Pendampingan Keluarga Balita

M Ibrahim • Kamis, 29 Mei 2025 | 16:08 WIB

Petugas psikolog beri pendampingan keluarga korban balita yang meninggal hanyut saat hujan deras.
Petugas psikolog beri pendampingan keluarga korban balita yang meninggal hanyut saat hujan deras.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Redakan trauma keluarga musibah meninggalnya balita Muhammad Ikhsan usia 2,5 tahun yang meninggal libatkan psikolog. Tim psikolog dati Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) memberikan pendampingan intensif, terhadap kakak korban, yang ketulika insiden berada di lokasi, Perumahan Sosial, Batu Ampar.

Pendampingan diberikan karena masih mengalami trauma berat akibat menyaksikan langsung kejadian memilukan tersebut. Fokus utama pendampingan diberikan kepada sang kakak yang diketahui mengalami trauma berat. “Anak ini terlihat sangat terpukul, bahkan sempat membentur-benturkan kepalanya ke dinding," terang Kepala DP3AKB Balikpapan, Heria Prisni.

Baca Juga: Balita Hanyut di Balikpapan Utara Ditemukan Meninggal Terapung di Waduk Wonorejo

Pendekatan dilakukan melalui aktivitas bermain seperti membaca buku cerita, membuat origami, dan menyediakan makanan ringan untuk menciptakan suasana nyaman bagi anak. “Pendekatan ini bertujuan membangun kembali rasa aman dan menenangkan emosi anak,” jelasnya.

Pendampingan tidak berhenti di situ. DP3AKB akan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi psikologis anak dan keluarganya. Heria juga menuturkan bahwa ibu korban mulai bisa menerima kenyataan, meski sempat diliputi rasa penyesalan dan menyalahkan anak sulungnya.

“Sekarang ibunya sudah mulai memahami bahwa kejadian ini di luar kendali si kakak. Kami juga menyarankan agar keluarga tidak terus membahas insiden tersebut di depan anak, agar tidak memperparah traumanya,” paparnya. Heria pun mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam pengawasan anak, terutama di lingkungan berisiko seperti sungai atau laut. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#banjir balikpapan #Banjir Balikpapan 2025