Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Akses Transportasi ke Brunei Darussalam dan Malaysia Sudah Terbuka, Kini Perlu Promosi Pariwisata Balikpapan Lebih Gencar di Luar Negeri

Ulil Mu'Awanah • Minggu, 1 Juni 2025 | 21:34 WIB
Ketua Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA) Kaltim Joko Purwanto
Ketua Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA) Kaltim Joko Purwanto

KALTIMPOST.ID-Pentingnya upaya serius dari pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata di Balikpapan.

Ketua Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA) Kaltim Joko Purwanto mengingatkan, pasar wisata dari sektor non-pemerintah saat ini perlu dioptimalkan agar tidak terlalu bergantung pada anggaran kegiatan pemerintah.

“Dulu teman-teman sedikit terlena saat pemerintah sangat aktif menggelar kegiatan-kegiatan di hotel. Tapi ketika ada efisiensi anggaran, dampaknya langsung terasa di sektor perhotelan dan pariwisata,” tutur Joko.

Dia menekankan perlunya strategi baru untuk melirik pasar lain yang lebih berkelanjutan dan tidak tergantung pada anggaran negara.

Joko menyoroti, bahwa wisatawan mancanegara sebenarnya menunjukkan ketertarikan besar terhadap Kalimantan.

“Pasar dari luar negeri yang datang ke Kalimantan sudah cukup bagus. Bahkan untuk beberapa daerah di Kalimantan, pada Juli hingga Agustus nanti itu sudah full booked,” jelasnya.

Namun, menurut Joko, belum ada upaya yang terstruktur dari pemerintah daerah untuk secara aktif mendukung promosi pariwisata.

“Pemerintah tidak menggaet badan-badan promosi pariwisata secara optimal. Padahal, kontribusi pariwisata ke PAD (pendapatan asli daerah) Balikpapan cukup besar, sekitar Rp 320 miliar pada 2024. Seandainya hanya 3 persen saja dari PAD itu dikembalikan untuk promosi, hasilnya sudah luar biasa,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan semakin terbukanya akses transportasi udara langsung dari negara tetangga seperti Brunei Darussalam dan Malaysia, potensi wisatawan luar negeri bisa terus meningkat.

Namun, tanpa promosi yang intens dan strategi business to business (B2B) yang konkret antara pelaku industri pariwisata kedua negara, peluang itu bisa terlewat.

“Kita harus menjemput bola, bukan cuma menunggu. Harus ada promosi rutin, buka stan di luar negeri, dan bangun koneksi antar pelaku usaha. Sayangnya, banyak pelaku badan promosi yang akhirnya jalan sendiri pakai dana pribadi tanpa dukungan pemerintah sehingga kurang maksimal,” tambahnya.

Dia mendorong berbagai pihak terkait di daerah untuk terus mengikuti sales mission, dan memperkuat kolaborasi dengan stakeholder di lapangan.

“Kami dari IINTOA selalu aktif ikut sales mission untuk mempromosikan Kalimantan. Tapi semua itu akan lebih efektif jika pemerintah daerah turut mengambil peran dan melihat sektor ini sebagai sesuatu yang urgent,” tegasnya.

Joko berharap ke depan, ada komitmen nyata dari pemerintah kota maupun provinsi untuk menjadikan Balikpapan sebagai kota jasa dan pariwisata yang benar-benar terintegrasi secara kebijakan dan anggaran.

Kalimantan pada umumnya, yang juga tak lepas akan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) nantinya. Sehingga pariwisata tentu harus sangat diperhatikan.

“Balikpapan itu kota jasa dan pariwisata. Keduanya saling terkait dan saling menghidupi. Maka jangan dianggap sebelah mata,” akhirnya. (rd)

 

ULIL MU'AWANAH

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #turis asing #kuala lumpur #Kutai Barat #Brunei Darusalam