Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Manthara Bakal Tayang di CGV 29 Juni, Film Lokal Balikpapan Hadir dengan Genre dan Kostum Tak Biasa

Oktavia Megaria • Minggu, 22 Juni 2025 | 19:26 WIB

Photo
Photo
SILAKAN TONTON : Film garapan seniman lokal bergenre fiksi ilmiah, Manthara, bakal tayang akhir bulan di layar lebar CGV.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Film bergenre sci-fi atau fiksi ilmiah, adalah film yang menyajikan cerita imajinatif atau futuristik. Film ini masih cukup jarang di perfilman Indonesia, dan hampir tidak ditemukan di karya film lokal Balikpapan.

Akan tetapi, Supriyadi Muchtar cukup berani untuk membawa film Manthara ke layar lebar. Ya, film seniman asal Balikpapan ini bakal tayang di bioskop CGV Balikpapan pada 29 Juni 2025.

Menitikberatkan kualitas film, Supriyadi mengaku ini langkah awal yang cukup riskan baginya. Kendati begitu, tekad untuk memotivasi para pegiat film Balikpapan, membuatnya mau tidak mau mengambil keputusan tersebut.

“Kami ingin meyakinkan bahwa film lokal itu juga bisa berkualitas. Bukan sekadar film yang dibuat hanya untuk sampai ke layar lebar, tapi ada kualitas. Kami menjamin itu dan insyaallah penonton juga,” katanya, pada jumpa media, Minggu (22/6).

Sedikit bercerita, film ini disebutnya melewati proses pembuatan sekitar dua tahun. Tak hanya terkendala pandemi Covid-19, film ini juga menelan biaya yang tidak sedikit.

Begitu pula untuk lokasi pembuatan film. Supriyadi berkata Manthara hanya memanfaatkan kawasan yang punya latar hutan atau hijau-hijau. Seperti kawasan bendali dan Balikpapan Tennis Indoor.

Diakuinya genre ini sangat baru di kalangan perfilman Kota Beriman. Makanya, tak heran bila akan banyak kekurangan ditemui.

Akan tetapi, sambungnya, bukan hal mustahil film-film buatan Balikpapan bisa tersiar secara nasional. Seperti film asal Kalimantan Selatan berjudul Saranjana : Kota Ghaib, dan Uang Panai’ asal Sulawesi Selatan.

Begitu pula Manthara, menceritakan kisah cerita-cerita rakyat atau sering disebut pamali di Kaltim, namun tersirat pesan moral. Yang ingin dikenalkan kembali pada generasi Z (Gen Z) atau gen alpha. Mengingat, para generasi kelahiran 2000 ke bawah ini hampir tak tahu soal cerita rakyat.

Dia berharap ke depannya, akan lebih banyak putra daerah yang berani untuk menyajikan film layar lebar. Ia juga berterima kasih kepada pihak Dewan Kesenian Balikpapan, dinas-dinas, yang turut memberi dukungan.

“Khususnya pihak CGV yang sudah menolong kami untuk hal perizinan di Lembaga Sensor Film. Karena itu memang cukup sulit. Tapi mereka membantu bahkan mensupport Manthara untuk tayang di layar lebar,” tuntasnya.

Pada penayangan perdana nanti, Manthara akan menyediakan 128 tiket untuk penonton. Hari penayangan bisa diperpanjang bila antusias penonton cukup tinggi. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Manthara #bioskop cgv #Supriyadi Muchtar #Film Lokal Balikpapan