Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Lika-Liku Pembuatan Film Manthara, Terkendala Izin Tayang hingga Pemeran yang Kelelahan

Oktavia Megaria • Senin, 23 Juni 2025 | 14:07 WIB

Photo
Photo
PENUH TANTANGAN : Proses pembuatan film Manthara diklaim penuh tantangan dan lika-liku sebelum bisa menembus bioskop CGV.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Meski sukses bisa sampai ke layar lebar, namun tentu saja banyak kendala yang dilewati selama dua tahun penggarapan. Mulai dari biaya produksi, izin tayang, hingga kondisi para pemeran film.

Sutradara sekaligus produser film Manthara, Supriyadi Muchtar mengatakan biaya produksi yang mereka keluarkan memang tak sedikit. Dan murni berasal dari dana pribadi.
Akan tetapi, nyatanya mengurus proses izin ke Lembaga Sensor Film lebih sulit. Terlebih, Manthara merupakan film buatan lokal.

“Juga karena kemarin ada trouble, yang Kominfo kena hacker itu. Jadi memang satu bulan mengurus izin itu tidak kelar-kelar,” ujarnya.

Hampir saja Supriyadi putus asa. Beruntung, pihak CGV bersedia membantu pengurusan izin. Hanya butuh waktu satu hari , izin dikeluarkan. Ini pun mereka tidak dipungut biaya, termasuk untuk promosi di bioskop tersebut.

Di balik itu, para pemeran film pun turut merasakan suka duka dalam proses pembuatannya. Salah satunya yang dialami Vazeela Avitar Thambrin yang berperan sebagai Anggur. Dia mengaku, cukup sulit untuk membagi waktu shooting dan sekolah.

“Iya lumayan susah bagi waktu. Tapi saya berusaha semaksimal mungkin,” ungkap remaja 14 tahun ini. Tak beda jauh dengan Khansa Atiqa Zahira Zakrani. Khansa berkata, dirinya sempat drop karena kelelahan. Beruntung, ia mengambil waktu untuk istirahat sejenak dan kembali menunjukkan aktingnya di depan kamera.

“Kadang energi saya habis dan tidak mau akting, tapi mama selalu kasi semangat. Jadi saya bangkit supaya film ini bisa selesai dengan baik,” ungkap Khansa yang memainkan peran si pemanah bisu.

Lain lagi pengisi peran Ragh Amuz, Claudya Rosalina. Memerankan karakter jahat, ia akui cukup banyak tantangan yang dia hadapi. “Kan saya banyak bagian actionnya, itu benar-benar menguras tenaga banget,” tuturnya.

Sementara Rafa Maulana, konten kreator Balikpapan yang mengisi karakter Detektif Hans juga sempat merasa kesulitan mendalami perannya. Di salah satu scene, ia bahkan harus mengulang adegan penembakan beberapa kali untuk mendapatkan hasil yang bagus.
Meski begitu, ia mengaku tak ada masalah lainnya. Terlebih, membangun chemistry bersama pemain lain. “Karena saya juga kontennya lebih ke anak-anak, jadi untuk berbaur dengan mereka jadi lebih gampang,” tuntasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Manthara #bioskop cgv #Supriyadi Muchtar #Film Lokal Balikpapan