Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

RSKD Balikpapan Pertahankan Proper Emas 3 Tahun Beruntun, Jadi Role Model Rumah Sakit Ramah Lingkungan di Kaltim

Ulil Mu'Awanah • Selasa, 24 Juni 2025 | 18:25 WIB

Photo
Photo
BOLEH BANGGA: Proper Emas 2025 yang diraih RSKD menjadikan satu-satunya rumah sakit di Kaltim yang berhasil mempertahankan predikat tertinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Penghargaan Proper Emas yang diraih RSKD tahun ini, menjadikan sebagai satu-satunya rumah sakit di Kalimantan Timur yang berhasil mempertahankan predikat tertinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Proper Emas merupakan penghargaan tertinggi dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. Raihan ini bukan sekadar simbol, namun mencerminkan komitmen kuat RSKD dalam mengelola lingkungan secara berkelanjutan dan inovatif.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Namun, yang paling penting bukan sekadar mendapatkan Proper Emas, melainkan bagaimana kami mampu mempertahankannya tiga tahun berturut-turut. Itu tantangan yang jauh lebih besar,” ungkap Gusti Erwin Setyadi Rakhman, Kepala Instalasi Kesehatan Lingkungan dan Limbah RSKD.

Ia menjelaskan, setiap tahun manajemen telah menjadikan Proper Emas sebagai target strategis rumah sakit. Tidak hanya sebagai kewajiban administratif, namun sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan ekologis terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Manajemen selalu mendukung kami melalui berbagai hal, pengembangan sistem, serta pelibatan seluruh karyawan agar tercipta budaya sadar lingkungan. Ini bukan kerja satu divisi, tapi sinergi seluruh unit di RSKD,” tambahnya.

Beberapa inovasi yang menjadi sorotan dalam pengelolaan limbah RSKD antara lain penggunaan lampu LED hemat energi dan panel surya (solar cell) sebagai sumber energi alternatif. Untuk kebutuhan operasional, generator listrik juga telah beralih menggunakan gas, alih-alih solar, yang jauh lebih ramah lingkungan.

Dalam hal pengelolaan limbah, RSKD menerapkan sistem terintegrasi yang ketat dan berbasis parameter kualitas. Limbah medis yang terkontaminasi dibakar sesuai standar kesehatan, sementara limbah medis tak terkontaminasi didaur ulang menjadi produk bermanfaat seperti paving block maupun pot tanaman.

“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah bukan akhir dari proses, melainkan bisa menjadi awal dari manfaat baru,” ujar Gusti.

Tak hanya limbah medis, limbah non-medis juga dimanfaatkan melalui proses pembuatan ecoenzym, yang kemudian digunakan sebagai pencuci buah dan sayuran, hingga menjadi starter untuk pengolahan air limbah. Langkah ini tidak hanya mengurangi beban limbah, tapi juga menambah nilai guna bagi masyarakat.

RSKD juga aktif melakukan kegiatan tanggung jawab sosial atau CSR di luar kawasan rumah sakit, termasuk edukasi lingkungan ke sekolah-sekolah, pembagian tanaman hijau, dan kerja sama dengan komunitas lingkungan. Inovasi dan peningkatan mutu pun terus digenjot.

RSKD kini menjadi rujukan studi tiru dari berbagai rumah sakit, termasuk RSUD AWS Samarinda, RS Penajam Paser Utara, RSUD Parikesit dan daerah lainnya. Mereka datang untuk belajar sistem pengelolaan lingkungan yang telah diterapkan secara komprehensif di RSKD.

Dengan keberhasilan mempertahankan Proper Emas tiga tahun berturut-turut, RSKD tak hanya menjadi simbol komitmen terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga pionir dalam mewujudkan rumah sakit hijau yang berkelanjutan di Kalimantan Timur.

Tidak hanya memberikan manfaat ekologis, pengelolaan lingkungan yang baik ini turut menciptakan kenyamanan bagi pasien. "Area indoor maupun outdoor RSKD kini lebih nyaman, hijau, dan sehat. Pasien juga merasakan manfaatnya langsung," sebutnya. (*)

 

Editor : Ismet Rifani
#Raih Proper Emas #RSKD Balikpapan #Hari Lingkungan Hidup Dunia 2025