KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pendaftaran sistem penerimaan murid baru (SPMB) mulai berlangsung Selasa (1/7). Termasuk SMP 27 Balikpapan yang menerima siswa angkatan pertama tahun ajaran 2025/2026.
Sekolah yang baru diresmikan dalam momen HUT ke-128 Balikpapan ini membuka empat rombongan belajar (rombel). Kapasitas sebanyak 32 siswa per rombel. Total keseluruhan siswa yang diterima sebesar 128 siswa.
SMP 27 Balikpapan tergabung dalam rayon 2. Ini bersama SMP 3, SMP 6, dan SMP 22. Seperti diketahui, Pemkot Balikpapan membangun sekolah ini untuk mengatasi kekurangan daya tampung siswa di wilayah Balikpapan Tengah.
“Tahun pertama memang hanya dibuka empat rombel, tahun berikutnya melihat perkembangan dulu,” kata Kepala SMP 27 Balikpapan Jamaluddin.
Sementara total fasilitas kelas yang tersedia bisa mencapai 21 rombel. Artinya setiap angkatan bisa mencapai tujuh rombel.
Dalam SPMB 2025, calon peserta didik mendaftar dari empat jalur. Di antaranya domisili, prestasi, afirmasi, dan anak guru.
“Apabila ada kuota yang tersisa, maka akan dibuka jalur reguler atau umum,” sebutnya. Khusus kuota domisili prioritas sebanyak 24 siswa.
Calon peserta berasal dari Kelurahan Telaga Sari RT 35, 36, 37, dan 45. Serta dari Kelurahan Gunung Sari Ilir RT 49, 50, dan 52.
Selanjutnya domisili rayon kuota sebesar 34 siswa. Ini untuk wilayah Klandasan Ilir, Mekar Sari, Sumber Rejo, Karang Rejo, Karang Anyar, Gunung Samarinda, dan Gunung Samarinda Baru.
Lalu jalur afirmasi terbagi dari kuota keluarga tidak mampu 25 siswa dan penyandang disabilitas 4 siswa. Kemudian jalur mutasi terdiri dari mutasi 4 siswa dan anak guru 2 siswa.
Terakhir jalur prestasi yang terbagi lagi dalam lima kategori. Seperti akademik 10 siswa, non akademik 10 siswa, ujian sekolah berstandar kota (USBK) 8 siswa, tahfidz 4 siswa, dan pramuka 3 siswa. Total menerima 128 siswa.
Dia menjelaskan, hari pertama pendaftaran belum terlihat ada kendala. Terutama dari sisi jaringan sudah aman. Sejauh ini, tidak ada keluhan dari orangtua.
“Kami menyediakan 5 operator dengan masing-masing loket pendaftaran,” katanya. Pantauan di lokasi, tidak banyak yang datang langsung ke SMP 27 Balikpapan. Mengingat semua proses sudah berjalan secara daring.
Sementara salah satu orangtua calon peserta didik Devi bertandang ke SMP 27 Balikpapan. Ia ingin memastikan tempat tinggalnya masuk atau tidak dalam domisili prioritas.
“Ternyata saya dari RT 16 Kelurahan Gunung Sari Ilir tidak masuk. Pilihannya untuk sekolah negeri SMP 12, SMP 7, SMP 2, dan SMP 1,” sebutnya. Kemudian pilihan sekolah swasta terdiri dari SMP YPI, SMP Al-Hassan, dan SMP Sinar Pancasila.
Devi mengira, putranya bisa masuk wilayah SMP 27 Balikpapan. Sebab dekat rumah dan bisa terjangkau cukup dengan berjalan kaki.
“Supaya ongkos transportasi sedikit, tapi ternyata tidak masuk,” tuturnya. Menurutnya jalur domisili prioritas tetap efektif. Walau sempat membuat calon peserta bingung.
“Apalagi kita tidak tahu pembagian jalur RT karena dikira sesuai kelurahan saja. Ternyata walau sesuai kelurahan, tapi RT belum tentu sama,” imbuhnya. Walhasil, Devi berencana mengganti rencana dengan daftar di SMP 12. (*)
Editor : Duito Susanto