Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

DPRD Balikpapan Sesalkan Pungli Sewa Terpal Pantai Manggar, Begini Langkah yang Akan Diambil

Dina Angelina • Selasa, 1 Juli 2025 | 14:41 WIB
DISAYANGKAN: Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan Taufik Qul Rahman menyesalkan ada oknum yang melakukan pungutan liar di Pantai Manggar Segara Sari Balikpapan. (DINA ANGELINA/KP)
DISAYANGKAN: Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan Taufik Qul Rahman menyesalkan ada oknum yang melakukan pungutan liar di Pantai Manggar Segara Sari Balikpapan. (DINA ANGELINA/KP)



KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Masalah pungutan liar (pungli) akibat sewa lapak atau terpal di Pantai Manggar Balikpapan, sudah sapai wakil rakyat.

Khususnya Komisi II DPRD Balikpapan yang menjadi mitra pengawasan bidang pariwisata.

Mengingat sudah viral di media sosial, terutama keluhan dari wisatawan luar daerah. Anggota dewan menilai, masalah pungli kembali menambah citra buruk bagi destinasi andalan Kota Minyak tersebut.

Taufik mengaku sudah melihat sendiri keluhan wisatawan dari media sosial. "Saya sangat kaget. Dengan adanya retribusi yang tidak jelas di dalam, mungkin itu sebagai pungli juga jadinya," ucapnya kepada awak media.

Menurutnya, di dalam kawasan Pantai Manggar, ada penarikan retribusi yang tidak dibahas secara resmi. "Tapi pada prinsipnya itu pungli, pasti dilakukan oknum-oknum yang memang ada di dalam," ujarnya.

Dia mengira, oknum itu bukan dari organisasi perangkat daerah (OPD). Namun, dari sekitar lingkungan atau warga Pantai Manggar. "Tetap mejadi kesan kurang baik untuk Balikpapan. Apalagi menuju kota MICE," imbuhnya.

Taufik menjelaskan, Komisi II memang menuntut ada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Salah satunya yang cukup besar untuk sektor wisata berasal dari Pantai Manggar.

Baca Juga: Pansus Tambang DPRD Kubar Tak Diizinkan Masuk Investigasi ke PT MBL, Tutup Sementara Jalan Hauling

Dia menyesalkan ada cara nakal-nakal seperti itu di lokasi tersebut. Dan dianggap hanya menguntungkan pribadi tertentu. "Kami sangat menyayangkan, bukan prihatin lagi. Kalau bahasa kasar, kami mengutuk keras hal itu," tegasnya.

Menurutnya, kawasan Pantai Manggar memang hak milik Pemkot Balikpapan. Tepatnya dalam pengelolaan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora). Masalah area pantai penuh terpal itu sudah pernah terjadi, dan bukan sesuatu yang baru.

Hal yang terpenting perlu segera pembenahan dan pengawasan dari OPD terkait. Taufik menyarankan Satpol PP bisa bekerja sama dengan aparat. Kemudian bersama petugas keamanan dan petugas pantai.

Baca Juga: Kerja Sama Hangat Terjalin Intens dengan Kaltim Post, Cenderamata untuk Kacab Astra Daihatsu Balikpapan

"Itu harus dikolaborasikan untuk menjaga ketenangan, stabilitas yang ada di sana," imbuhnya. Tentu sekaligus menjaga aset-aset milik pemerintah kota. Sehingga tidak disalahkan oknum yang tidak bertanggung jawab.

Apalagi kejadian itu bisa berdampak pada penurunan jumlah pengunjung Pantai Manggar. "Kami evaluasi dan perketat, koordinasi dengan OPD," tutupnya. 

Editor : Dwi Restu A
#pantai manggar #wakil rakyat #pungli #balikpapan #dprd