BALIKPAPAN - Usai viral di media sosial, penampakan area Pantai Manggar Segara Sari Balikpapan penuh dengan sewa terpal. Netizen menduga ada pungutan liar (pungli) dan permainan orang dalam. UPTD Pantai Manggar Segara Sari selaku pengelola menampik persoalan tersebut. Alasannya kemungkinan ada salah paham karena selama ini tidak ada paksaan untuk sewa terpal.
Kepala UPTD Pantai Manggar Segara Sari Yusdi Linting mengatakan, pungli yang dibicarakan netizen tidak benar. Dia menjelaskan, pengunjung boleh membawa terpal mandiri. Namun ada pula pedagang yang menawarkan jasa sewa terpal. “Ini hanya masalah jasa saja. Jadi terpal itu tidak baru, kejadian ini tidak tiba-tiba,” tuturnya.
Tantangan hingga kini, pihaknya tetap memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar destinasi wisata. Mereka merupakan pedagang di Pantai Manggar. “Pemerintah juga ada program pemberdayaan masyarakat di sekitar destinasi wisata,” ucapnya. Pemerintah memberikan peluang kepada masyarakat untuk berjualan.
Mulai dari jasa penyewaan sepeda, banana boat, hingga penyediaan terpal. “Kami sudah tiga kali rapat dengan pelaku usaha, bahwa terpal itu konsepnya jasa,” sebutnya.
Terlebih bergerak di bisnis pariwisata. Apabila ada permintaan untuk menyewa, baru tenda disiapkan. “Nah mungkin namanya masyarakat. Kadang-kadang ada yang meminta,” imbuhnya. Yusdi memastikan, tidak boleh ada pedagang yang memaksakan harus sewa terpal kepada pengunjung. Hal ini sudah mendapat persetujuan dengan pedagang dalam rapat bersama.
“Seharusnya jasa sewa yang diberikan berkisar Rp 20 ribu - 50 ribu. Tidak boleh lebih dari itu,” tegasnya. Yusdi memastikan, wisatawan tetap boleh membawa terpal sendiri dan tidak ada pungutan biaya.
Apabila ada oknum nakal yang meminta biaya, kurang lebih seperti preman. “Kalau bilang banyak biaya tidak ada karena bisa ditanyakan kepada pelaku-pelaku usaha tenda,” bebernya.
Dia memberi contoh pelaku usaha jasa tenda camping. Khususnya ramai saat weekend. Mereka datang dari luar membawa tenda sendiri. Jika ada pengunjung yang mengalami kejadian tidak enak, Yusdi meminta segera lapor ke petugas. Menurutnya sudah terdapat sekuriti yang terus berpatroli hingga petugas kebersihan. “Kalau ada hal-hal seperti itu langsung disampaikan supaya bisa ditindaklanjuti segera,” katanya. Petugas patroli keliling dan tidak memantau satu area terus menerus dalam waktu lama.
Editor : Muhammad Ridhuan