Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kekurangan Daya Tampung, Bukti Animo Berburu Kursi Sekolah Negeri di Balikpapan Masih Tinggi

Dina Angelina • Rabu, 9 Juli 2025 | 07:40 WIB
SEKOLAH BARU: SMP 27 Balikpapan yang  diresmikan pada Februari 2025. Tahun ini siap menerima siswa angkatan pertama.
SEKOLAH BARU: SMP 27 Balikpapan yang diresmikan pada Februari 2025. Tahun ini siap menerima siswa angkatan pertama.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Berbanding terbalik dari fenomena di Samarinda di mana peminat sekolah negeri berkurang. Di Balikpapan, sekolah negeri masih menjadi primadona bagi masyarakat.

Siswa di kota Balikpapan masih harus berkompetisi untuk bisa mendapat jatah kursi. Sebab daya tampung yang tidak sebanding antara lulusan SD dan ketersediaan kuota SMP.

“Animo masyarakat masih tinggi di sekolah negeri, pendaftarnya rata-rata penuh dari berbagai jalur yang tersedia,” kata Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik.

Seperti diketahui, siswa harus mengatur strategi untuk bisa masuk dalam sekolah pilihan. Baik melalui jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB).

Jika masih tersisa kuota, sekolah bisa membuka jalur reguler. Ini kesempatan terakhir siswa mengincar kursi di sekolah negeri. Namun tentu harus melewati persaingan sengit.

Mengingat tidak semua sekolah memiliki kuota jalur reguler karena biasanya sudah terserap dari empat jalur yang ada terlebih dahulu. “Itu menandakan minat masyarakat tinggi,” tuturnya.

Contohnya SMP 1 Balikpapan hanya membuka kuota 9 siswa untuk jalur reguler. Sedangkan SMP 27 Balikpapan menyediakan kuota 19 siswa.

Bahkan untuk mengatasi daya tampung yang kurang, tahun ini Pemkot Balikpapan menggandeng 13 SMP swasta. Siswa yang bersekolah di sana akan mendapat bantuan.

Mulai dari uang pendaftaran, uang pangkal, hingga SPP per bulan. Tujuannya agar siswa tetap melirik swasta dan tidak merasa ada perbedaan dengan negeri.

“Karena negeri maupun swasta semua tetap gratis,” ucapnya. Bahkan pembangunan sekolah negeri di Balikpapan masih terus berlanjut.

Setiap tahun, Pemkot Balikpapan membangun unit sekolah baru hingga rombongan belajar. "Tahun depan kita lanjut bangun lagi," imbuhnya.

Meski beberapa sekolah negeri ada yang belum terisi maksimal oleh pendaftar. Biasanya karena kendala lokasi cukup jauh dari jangkauan. Contoh SD 021 Balikpapan Barat dan SMP 21 di kawasan Teluk Waru, Kariangau.

“SMP 21 lokasinya agak sulit karena mengandalkan penduduk sekitar,” ujarnya. Pemkot Balikpapan membangun sekolah terpadu ini dalam rangka memfasilitasi warga dan pekerja.

Namun ternyata para pekerja tidak tinggal menetap di kawasan perusahaan tersebut. “Mudah-mudahan dengan seiring bertambahnya penduduk bisa segera terisi kuota sekolah ini,” imbuhnya.

Setiap tahun ajaran baru, SMP 21 membuka dua rombel. Wilayah domisili Balikpapan Barat dan Balikpapan Utara. Namun peserta yang melakukan daftar ulang hanya menjadi satu rombel.

Disdikbud Balikpapan sempat berencana menerapkan konsep boarding school. Menurutnya konsep ini tepat dan cocok untuk kondisi SMP 21. “Ada konsep ke arah boarding school, tapi masih perlu kajian,” tutupnya.

Editor : Thomas Priyandoko
#sekolah negeri #SPMB 2025 #penerimaan siswa baru #disdikbud balikpapan