KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pemprov Kaltim berjanji akan serius dalam memberi pendampingan dan perhatian kepada UMKM. Ini sesuai pesan Ketua Umum Dekranas Selvi Ananda Gibran Rakabuming ketika membuka perayaan HUT ke-45 Dekranas di BSCC Dome, pekan lalu.
Salah satu bentuk perhatian dengan alokasi anggaran pengembangan UMKM di Bumi Etam. Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan, pihaknya telah menyiapkan dana dana bantuan sebesar Rp 10 miliar untuk UMKM.
Ini berasal dari APBD Kaltim 2025. Ada pun dana ini tersebar untuk UMKM di 10 kabupaten/kota. “Kemudian nanti dalam APBD Perubahan kita siapkan lagi anggaran,” katanya.
Seno menjelaskan, secara teknis penganggaran dana bantuan kepada UMKM tersebar di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Misalnya ada di Dinas Perindustrian, Perdagagan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM), Dinas Sosial, dan sebagainya.
“Kemungkinan alokasi dana sekitar Rp 20-25 miliar di setiap instansi itu,” tuturnya. Selain dana, pengembangan UMKM juga diberikan dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Saat ini, Pemprov Kaltim menjalankan program pendidikan gratis. Termasuk pelatihan keterampilan kerajinan tangan untuk siswa. Seno berharap melalui cara ini, nantinya tumbuh generasi muda kreatif yang mampu menembus pasar ekspor.
Tentu dengan beragam kerajinan dan kriya unggulan lain khas Kaltim. “Kami berharap dari pelatihan ini, siswa bisa menghasilkan kerajinan yang bernilai tinggi,” imbuhnya.
Bahkan tidak menutup kemungkinan menembus pasar internasional. Dia mengingatkan pesan Pembina Dekranas Tito Karnavian yang menyebut produk kerajinan UMKM masih banyak bermain di level lokal.
Walau memang sudah ada pula yang tembus pasar internasional. Seperti ekspor ke Thailand, Tiongkok, Vietnam, dan lainnya. Maka dia memotivasi agar UMKM di Kaltim juga tidak kalah saing.
“Jangan underestimate terhadap kerajinan. Indonesia masuk 20 negara dengan ekonomi terbesar,” ucapnya. Ini melihat produk domestik bruto (PDB) sebesar 1,42 triliun dolar AS pada 2023.
Serta melihat pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen sepanjang 2024. Sektor industri pengolahan masih menjadi lapangan usaha yang berkontribusi terbesar pada pertumbuhan ekonomi dengan angka 18,67 persen dari total perekonomian Indonesia.
“Kita dikenal sebagai negara yang paling beragam kerajinan tangan. Potensinya besar sekali untuk menguasai pasar dunia,” ucapnya saat menutup HUT ke-45 Dekranas, Jumat (11/7). (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo