BALIKPAPAN - UPTD Pengelolaan Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan gencar melakukan penertiban terhadap juru parkir (jukir) liar di sejumlah titik rawan.
Kegiatan ini dilakukan, Senin (14/7/2025), dipimpin langsung oleh Kepala UPTD Pengelolaan Parkir, Bastian, dengan menyasar kawasan Jalan Asnawi Arbain (Beje Beje), MT Haryono, hingga Ringroad Gunung Bahagia.
Penindakan terhadap jukir liar dilakukan dalam bentuk teguran hingga sanksi tindak pidana ringan (tipiring). Bastian menjelaskan operasi ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, termasuk Satpol PP, Satlantas Polresta Balikpapan, POM AL, AU, dan AD.
“Yang mendapat teguran jukir baru, seperti di salah satu café kopi yang baru launching. Sementara jukir binaan yang macet setorannya akan dikenakan sanksi oleh Satpol PP,” ujarnya.
Target utama operasi ini adalah jukir binaan Dishub yang tidak menyetor kewajibannya. Pelanggar dikenakan sanksi, penarikan Kartu Tanda Anggota (KTA), dan rompi. “Baru akan dikembalikan setelah mereka mengikuti sidang tipiring,” tegas Bastian.
Kegiatan itu terdata 11 pelanggar terjaring. Dua di antaranya menjalani sidang tipiring, sedangkan sembilan jukir lain dipanggil ke Kantor Satpol PP dan UPTD Pengelolaan Parkir untuk didata ulang sebagai jukir binaan Dishub.
Menurut data Dishub, terdapat sekitar 400 juru parkir binaan, namun hanya separuhnya yang aktif. Di sisi lain, Pemkot Balikpapan tengah mencari lokasi untuk kantong parkir guna mengurangi parkir liar, khususnya di Jalan MT Haryono yang telah direvitalisasi.
“Jalan ini sudah dilengkapi jalur sepeda dan bukan untuk parkir kendaraan,” jelas Bastian.
Tiga lokasi potensial yang sedang dipertimbangkan adalah dekat lampu merah Beller, Samping CIMB Niaga, serta kawasan Citra City.
Pemkot akan berkoordinasi dengan pemilik lahan itu untuk menjadikan lokasi tersebut sebagai kantong parkir resmi. “Tujuannya agar MT Haryono yang sudah tertata rapi bisa menjadi ikon Balikpapan bebas parkir liar,” imbuhnya.
Dishub berencana menerapkan sistem pembayaran parkir non-tunai. Namun, hal ini masih perlu dikaji lebih mendalam terkait kesiapan para jukir. (*)
Editor : Sukri Sikki