BALIKPAPAN - Pelaporan Pemberitahuan Perdagangan Antarpulau Barang (PAB) merupakan kunci dalam percepatan implementasi National Logistic Ecosystem (NLE) di Indonesia. Sehingga penting untuk memberi pemahaman tentang penyusunan laporan tersebut.
PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) Pelaporan PAB Tahap 2. Sebagai informasi, PAB merupakan dokumen yang memuat tentang alur distribusi barang.
Acara berlangsung secara hybrid di Ruang Rapat Komendur PT Pelindo Regional 4 Cabang Balikpapan, Selasa (22/7). Kegiatan ini bekerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan KSOP.
Bentuk sinergi kementerian/lembaga dan BUMN dalam mendukung kelancaran perdagangan antarpulau barang di Tanah Air. Peserta bimtek terdiri dari para agen, shipping line, dan cargo owner.
Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik Kementerian Perdagangan Sri Sugy Atmanto membuka acara secara daring. Dia menyampaikan, peranan jasa pengurusan transportasi (JPT) dan cargo owner sangat penting dalam pelaporan PAB.
“Dokumen ini dapat membantu pemerintah dalam perencanaan dan pengawasan terhadap barang yang didistribusikan,” sebutnya. Bimtek perlu dilakukan untuk menyempurnakan dan mengintegrasikan proses bisnis pelaporan PAB.
Kemudian menghilangkan duplikasi pelaporan dan menciptakan satu data nasional perdagangan antarpulau. “Sekaligus meningkatkan kepatuhan pelaku usaha dalam melakukan pelaporan PAB dan meningkatkan pengawasan,” jelasnya.
Khususnya perdagangan antarpulau barang tertentu, barang minerba, dan barang hasil sumber daya alam. Sebagai informasi, penerapan PAB merupakan syarat masuk area pelabuhan bagi JPT dan cargo owner yang telah memiliki akun Indonesia National Single Window (INSW).
Kegiatan ini dilakukan secara bertahap di 10 Cabang Pelabuhan Indonesia. PT KKT sudah menggelar bimtek Tahap 2 yang berlangsung mulai 27 Mei-24 Juli 2025.
Selanjutnya tahapan pembuatan akun di sistem Lembaga National Single Window (LNSW) pada 1-15 Agustus 2025. “Bagi JPT dan cargo owner yang sudah memiliki akun dapat langsung melakukan pelaporan PAB di sistem LNSW,” tuturnya.
Selain itu, turut hadir beberapa pejabat dari berbagai instansi. Seperti Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Balikpapan Weku Frederik Karuntu dan Departement Head PT Pelabuhan Indonesia Hugo Toni Saputro.
Selanjutnya Direktur Operasi dan Teknik PT KKT Sofyan dan perwakilan LNSW Alex Elianton Ginting. Harapannya dari stakeholder yang hadir agar kegiatan bisa terlaksana bersama.
“Itu mendukung langkah-langkah regulator pemerintah dalam mengakselerasi pelayanan dan tata kelola pelayanan publik,” sebutnya. Tercipta pelayanan yang efisien, transparan, dan akuntabel. Sehingga berdampak positif bagi perekonomian nasional.
Editor : Muhammad Ridhuan