KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Warga Kota Minyak yang berburu pekerjaan sudah memanfaatkan gelaran Job Market Fair (JMF) 2025. Kegiatan ini sudah berlangsung di BSCC Dome selama 23-24 Juli 2025.
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Balikpapan membuka bursa kerja ini dengan total lowongan hingga 1.771 formasi. Itu terdiri 58 jabatan dari 101 perusahaan yang berpartisipasi.
Baca Juga: Supervisi Dilakukan Ditlantas, Pastikan Operasi Sesuai Prosedur
Kepala Disnaker Balikpapan Ani Mufaidah mengatakan, kegiatan ini mendapatkan respons positif dari pencari kerja (pencaker). Total pengunjung rata-rata mencapai 1.500 orang per hari.
Perusahaan favorit incaran pencaker yakni penunjang sektor tambang, minyak, gas, dan industri pengolahan. “Sedangkan sektor jasa dan perdagangan cukup lumayan peminat,” tuturnya.
Dia menjelaskan, nantinya rekap jabatan terisi baru dapat diketahui sepekan mendatang. Proses evaluasi dilakukan seminggu setelah proses rekrutmen yang kini berjalan.
“Perusahaan akan lapor ke Disnaker sekitar satu minggu atau paling lambat tiga minggu setelah job fair,” ujarnya. Mengingat tahapan proses rekrutmen di setiap perusahaan berbeda-beda.
Ani berharap, kegiatan JMF ini benar-benar efektif bisa menyerap tenaga kerja semaksimal mungkin. “Setidaknya minimal 50 persen dari lowongan kerja bisa terisi,” tuturnya.
Sebagai salah satu upaya menurunkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Balikpapan saat ini sebesar 6,22 persen. Selain bursa kerja, gelaran JMF juga menghadirkan dialog interaktif.
“Ada narasumber dari perwakilan HRD, Bankaltimtara, Bursa Efek Indonesia, dan Pegadaian,” sebutnya. Itu hasil kerja sama dengan Forum CSR Balikpapan.
Baca Juga: Proyeksi PAD Balikpapan 2030 Capai Rp 2,28 Triliun, Ini Deretan Sektor yang Jadi Andalan
Ada dua talk show di antaranya bertajuk Karier Gen Z dari Hobi Jadi Profesi dan Peluang di Era Digital pada hari pertama. Kemudian hari kedua, Peluang Kerja Keren Kaltim di Era Hilirisasi dan Transisi Energi.
Sebagai informasi, JMF merupakan program rutin Disnaker dengan dukungan berbagai perusahaan di Balikpapan. “Pembiayaan murni dari APBD. Jadi tidak ada pungutan biaya,” tutupnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi