KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pembangunan rumah sakit Balikpapan Barat belum menunjukkan progres yang signifikan. Bahkan wujud bangunan tak ada. Wakil rakyat di legislatif akan memanggil pihak-pihak terkait proyek tersebut.
Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri mengatakan, kali terakhir mendapat laporan progres rumah sakit Balikpapan Barat sebesar 12 persen. Kini dia belum mendapat informasi terbaru dan mengetahui pasti masalah di sana.
“Tapi saya sudah mendengar kalau pekerjaan lambat sekali dan tidak ada pekerjaan,” katanya. Dia menuturkan, padahal kontraktor sudah mendapat perpanjangan waktu enam bulan terhitung sejak Januari 2025.
Seharusnya proyek ini kelar pada akhir 2024. Namun karena alasan terkendala lingkungan, proyek tidak bisa segera berjalan. Sebagai gantinya, pemerintah memberi perpanjangan waktu.
“Kami akan panggil dulu pihak terkait. Misal PPK, OPD, Komisi IV, sampai asisten setdakot untuk tanya bagaimana tindak lanjut proyek,” bebernya. Melihat bangunan rumah sakit yang tak kunjung terwujud.
Alwi berencana meninjau langsung lokasi proyek. Dia berharap, proyek tetap bisa berjalan dan rampung tahun ini. “Mudah-mudahan ada titik terang nanti,” imbuhnya.
Sementara kasihan masyarakat yang benar-benar menanti fasilitas kesehatan tersebut. “Uang yang dianggarkan juga tidak sedikit lebih dari Rp 100 miliar,” imbuhnya.
Bahkan karena pembangunan tertunda, anggaran rumah sakit ini menjadi silpa pada APBD 2024. Sebagai informasi, rumah sakit ini dikerjakan oleh kontraktor PT Ardi Tekindo Perkasa.
Mereka beralasan terkendala lingkungan hingga air pasang untuk membangun infrastruktur. Kontraktor mendapat tambahan waktu selama 180 hari kerja untuk membangun rumah sakit lima lantai. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo