Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

SKB Balikpapan Timur Jadi SKB Terbesar di Indonesia, 19 Guru Tangani 1.591 Siswa

Dina Angelina • Minggu, 3 Agustus 2025 | 17:21 WIB

 

TAK BERIMBANG: SKB Balikpapan Timur menghadapi masalah kekurangan guru dari membludaknya peserta didik.
TAK BERIMBANG: SKB Balikpapan Timur menghadapi masalah kekurangan guru dari membludaknya peserta didik.

BALIKPAPAN - Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) mulai dilirik menjadi opsi sekolah di Balikpapan. Ini terlihat dari SKB Balikpapan Timur yang memiliki jumlah peserta didik fantastis.

Total ada 1.591 siswa yang terdiri dari jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA. Itu sekaligus membuat SKB Balikpapan Timur menjadi SKB terbesar di Indonesia. Artinya memiliki peserta didik terbanyak.

Kepala SKB Balikpapan Timur Ibrahim mengatakan, jumlah peserta didik merata di setiap jenjang berkisar 300-400 siswa. “Contoh di PAUD saja sampai ada enam kelas atau rombongan belajar (rombel),” katanya kepada Kaltim Post.

Sebagai satuan pendidikan non-formal (SPNF), SKB menerima berbagai macam peserta didik. Baik usia sekolah maupun usia dewasa. Khusus usia sekolah mulai dari jenjang PAUD hingga SMA. Mereka berasal dari usia seperti siswa sekolah formal.

Sementara untuk usia dewasa pun tidak ada batas umur. Mereka boleh mendaftar selama masih ada keinginan untuk melanjutkan pendidikan.

“Syarat minimal usia ijazah jenjang sebelumnya 3 tahun lalu,” sebutnya. Seperti peserta didik jenjang paket B atau SMP, siswa harus melampirkan ijazah SD.

Begitu pula untuk mendaftar paket C atau setara SMA, melampirkan bukti ijazah SMP. Dengan kondisi tersebut,  SKB Balikpapan Timur menghadapi kendala kekurangan guru.

Total hanya ada 19 guru untuk menangani 1.591 siswa. “Padahal idealnya butuh sekitar 35 guru. Sekarang guru harus rela bekerja hingga sore karena kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi tiga sif,” ungkapnya.

Aktivitas sekolah terbagi pagi, siang, hingga sore. Ibrahim menjelaskan, saat ini belum bisa merekrut guru lagi. Mengingat ada larangan dari pemerintah pusat untuk tidak menambah SDM dulu.

“Mereka mau diangkat dulu semuanya sampai akhir tahun ini. Jadi upaya kami memaksimalkan guru yang ada,” tuturnya. Demi tidak mengorbankan anak-anak, guru harus berlapang dada bekerja lebih lama.

Namun kompensasinya jam tatap muka berkurang dibanding sekolah formal. Setiap satu jam pelajaran  hanya berdurasi 20-25 menit.

“Seharusnya cukup dua kali sif. Masuk pagi dan masuk siang,” imbuhnya. Namun terpaksa menjadi tiga sif untuk memenuhi kebutuhan siswa. Aktivitas KBM berjalan hingga pukul 16.00 Wita.

Selain kekurangan guru, SKB Balikpapan Timur juga kekurangan rombel. Maka sekarang penambahan rombel dan fasilitas lainnya masih sembari berjalan.

Editor : Muhammad Ridhuan
#guru #skb #sanggar kegiatan belajar #balikpapan