KALTIMPOST.ID-Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Balikpapan Timur menjadi SKB dengan peserta didik terbanyak di Tanah Air. Total ada 1.591 siswa yang saat ini mengenyam pendidikan di sana.
Mereka terbagi dalam dua kategori kelas. Pertama siswa usia sekolah dengan kegiatan belajar mengajar (KBM) dari Senin hingga Jumat.
Setiap satu jam pelajaran tatap muka berlangsung selama 20-25 menit. Sedangkan untuk siswa usia dewasa, KBM digelar setiap Sabtu.
“Ada dua kali pertemuan dalam sebulan. Sisanya mereka belajar mandiri atau melalui zoom,” kata Kepala SKB Balikpapan Timur Ibrahim.
Dulu memang SKB hanya memiliki program kelompok belajar paket atau kejar paket.
“Sekarang bukan begitu lagi. Tapi menjadi pendidikan kesetaraan program paket A, B, C,” ucapnya. Itu yang membuat aktivitas KBM juga bisa dari anak usia sekolah.
Namun tetap menjadi alternatif bagi orang yang putus sekolah atau bagi yang sudah bekerja untuk tetap melanjutkan pendidikan. Mereka datang belajar saat libur yakni Sabtu.
“Tatap muka untuk kelas dewasa ada dua kali pertemuan dalam satu bulan,” sebutnya. Dia menjelaskan, ada tiga cara belajar di satuan pendidikan nonformal (SPNF).
Di antaranya belajar tatap muka, tutorial, dan mandiri. Semuanya boleh digabung. “Jadi tidak bisa hanya salah satu karena memang latar belakangnya pendidikan nonformal,” bebernya.
Ibrahim bercerita, peserta didik SKB Balikpapan Timur bukan lagi hanya lintas kecamatan. Melainkan sudah lintas daerah. Seperti dari Samboja, Kutai Kartanegara.
Tak sedikit dari mereka harus menempuh pendidikan dengan belajar ke SKB Balikpapan Timur. Selain itu, pihaknya banyak bermitra dengan pondok pesantren.
“Jadi siswa mendapatkan ilmu agama di pondok. Sedangkan ilmu pengetahuan umum dari SKB,” imbuhnya. Kemudian bermitra dengan PAUD yang masih proses mengurus perizinan.
Sementara itu, mereka mendaftarkan siswa PAUD ke SKB Balikpapan Timur. “Saat ini, total ada enam PAUD dan 12 pondok pesantren yang bermitra dengan kami,” tutupnya. (gel/rd)
Editor : Romdani.