KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Beberapa pekan terakhir, warga Balikpapan merasakan kelangkaan beras medium dan premium di pasaran.
Beras yang umumnya dijual dalam kemasan plastik yang menarik ini tidak lagi tampak di pasaran.
Penulis yang berkeliling tiga toko swalayah Maxi di beberapa wilayah tidak menemukan beras premium.
Jika pun beras premium ada, maka yang dijual kemasan 20 kilogram. Sementara kemasan 5 kilogram habis.
Untuk mengatasi hal ini, Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, mengimbau masyarakat untuk beralih mengkonsumsi beras Bulog kategori Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Beras SPHP Bulog ini selain sebagai sumber makanan pokok juga memiliki manfaat besar lainnya.
“Beras ini punya tujuan untuk menekan laju inflasi daerah, dengan harga yang terjangkau dan stoknya cukup melimpah, maka beras SPHB dapat menekan harga beras yang merupakan komoditas penyumbang inflasi,” ujarnya di Balikpapan..
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Balikpapan pada Juli 2025 tercatat 1,85 persen.
Dari angka tersebut, secara kontribusi kelompok makanan, minuman dan tembakau yang memberi andil paling besar sebanyak 1,13 persen.
Di dalamnya, beras termasuk komoditas makanan bersama minyak goreng, bawang merah, kopi bubuk, daging ayam dan tomat.
Masih kata Muhaimin, kualitas beras SPHP Bulog tidak kalah dengan beras premium.
“Manfaat lain jika membeli beras Bulog ini adalah membantu petani. Sebab, Bulog membeli beras ini dari petani dan kemudian menjual masyarakat,” terang pria ramah senyum ini.(*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko