BALIKPAPAN – Ajang Pesta Rasa Balikpapan menjadi magnet bagi pelaku usaha kuliner lokal. Lomba yang digelar sebagai rangkaian Gebyar UMKM Balikpapan ini berlangsung pada Selasa (12/8) di BSCC-Dome dan diikuti antusias oleh 45 peserta.
Peserta terbagi menjadi dua kategori, yaitu kategori profesional sebanyak 18 peserta dan kategori umum sebanyak 27 peserta. Mereka menampilkan beragam olahan berbahan baku lokal seperti singkong, ikan, dan bahan khas Balikpapan lainnya.
Seluruh hidangan dipatok dengan harga terjangkau, mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 50.000, dan dinilai oleh tim juri yang terdiri dari chef berpengalaman, food blogger, hingga akademisi.
Kepala DKUMKMP Balikpapan, Heruressandy Setya Kesuma, mengatakan hasil perlombaan ini akan menjadi referensi dalam menetapkan menu khas yang layak dijadikan oleh-oleh Kota Balikpapan.
“Pemerintah melalui DKUMKMP menjadi jembatan antara pelaku kuliner dengan restoran, hotel, maupun warung untuk memasarkan produk ini sebagai souvenir bagi pengunjung dan tamu,” ujarnya.
Salah satu peserta adalah Rita Suzana Zakaria, Ketua Forum UMKM Balikpapan Timur. Ia menghadirkan menu Sambal Nanas Rahang Tuna, terinspirasi dari tren kuliner rahang bakar yang tengah viral di media sosial.
“Harapannya, menu ini bisa menjadi ikon kuliner Balikpapan dan oleh-oleh khas kota. Bahan ikan tuna mudah didapat, dan rahang tuna selama ini jarang dimanfaatkan padahal bernilai ekonomi,” ungkap Rita.
Untuk menjaga kualitas dan daya tahan produk, Rita menggunakan kemasan plastik embose yang divakum sealer sebelum dibekukan, lalu dikemas dalam kotak dengan desain menarik. Ia optimistis inovasi kuliner ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku UMKM di Balikpapan.
“Dengan hadirnya Pesta Rasa Balikpapan, diharapkan cita rasa lokal semakin dikenal luas, serta melahirkan menu-menu unik yang bisa menjadi identitas kuliner kota di mata wisatawan,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki