Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Hidup Nyaman untuk Si Kecil: 3 Alasan Balikpapan Dinobatkan sebagai Kota Layak Anak

Khoirun Nisa • Senin, 18 Agustus 2025 | 16:10 WIB

Potret taman di Balikpapan yang ramah anak. (IST)
Potret taman di Balikpapan yang ramah anak. (IST)
KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Siapa bilang kota industri tak bisa ramah untuk anak-anak? Balikpapan, yang selama ini dikenal sebagai Kota Minyak dan pusat bisnis di Kalimantan Timur, justru tetap ramah terhadap semua kalangan, termasuk anak-anak.

Tahun ini, kota di pesisir timur Kalimantan ini kembali menyabet penghargaan Kota Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Republik Indonesia pada 8 Agustus 2025 lalu. 

Penghargaan ini semakin membuktikan bahwa Balikpapan adalah tempat yang tak hanya nyaman untuk bekerja dan tinggal, tetapi juga luar biasa untuk tumbuh kembang anak.

Melalui puluhan indikator dalam lima kluster seperti hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga, kesehatan dasar, pendidikan, hingga perlindungan khusus.

Buat kamu yang belum tahu, istilah Kota Layak Anak sendiri pertama kali dicetuskan pada 2005 dan kini menjadi kebijakan nasional yang diatur oleh pemerintah. Ini adalah sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak secara menyeluruh. 

Di Indonesia, setiap pemerintah daerah bertanggung jawab penuh untuk mewujudkan KLA. Balikpapan, dengan pencapaiannya, menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan tanggung jawab ini.

Penasaran apa saja yang membuat Balikpapan begitu layak untuk anak-anak? Yuk, kita intip tiga alasannya.

1. Tumbuh Kembang Optimal: Ruang Main dan Fasilitas Terbaik

Di Balikpapan, pemenuhan hak anak untuk tumbuh kembang secara optimal bukan sekadar wacana. Hal ini diwujudkan melalui fasilitas yang mendukung, mulai dari taman kota yang benar-benar dirancang ramah anak seperti Taman Tiga Generasi, Taman Bekapai, Islamic Center Balikpapan, Taman Wiluyo Puspoyudo. 

Anak-anak bisa bermain ayunan, perosotan, hingga berlari di ruang terbuka hijau dengan leluasa. Hal ini sejalan dengan visi Unicef bahwa kota yang ramah anak harus memiliki lingkungan yang aman, nyaman, dan memungkinkan anak untuk berkembang.

Selain itu, fasilitas pendidikan dan kesehatan di kota ini juga dipastikan merangkul si kecil. Anak-anak punya akses mudah ke pendidikan berkualitas dan layanan kesehatan yang terjangkau, termasuk di tingkat Puskesmas.

Balikpapan juga memastikan anak-anak memiliki akses ke informasi yang mendidik dan aman, tanpa paparan konten negatif.

2. Anak Dilindungi, Bukan Sekadar Formalitas

Balikpapan sangat serius dalam urusan perlindungan anak. Komitmen ini bukan sekadar niat baik, melainkan perwujudan tanggung jawab yang diemban setiap pemerintah daerah berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak. 

Hal ini terlihat dari berbagai program yang mendukung hak dan keamanan anak. Kota ini memiliki layanan konseling dan pendampingan untuk penanganan kasus kekerasan, serta kebijakan tegas seperti Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Tak ketinggalan, edukasi masif juga gencar dilakukan untuk mencegah perkawinan anak.

Pemerintah kota aktif menjalankan program ini, dibantu oleh PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga), sebuah wadah di mana orang tua bisa belajar tentang pengasuhan anak yang positif.

Dan yang bikin bangga, ada Forum Anak yang anggotanya adalah anak-anak dan remaja Balikpapan sendiri. 

Mereka rutin dilibatkan dalam kegiatan sosial dan diundang dalam musyawarah pembangunan kota. Anak-anak di Balikpapan tak cuma dilindungi, tapi juga diajak berpartisipasi dan didengar.

3. Suara Anak Dihargai, Bukan Cuma Angin Lalu

Yang membuat Balikpapan berbeda adalah penghargaan terhadap suara anak-anak. Hak partisipasi anak merupakan salah satu indikator kunci KLA, dan di Balikpapan, hal ini bukan sekadar formalitas. 

Ini sejalan dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2021 yang menegaskan pentingnya sistem pembangunan yang menjamin hak partisipasi anak secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan.

Forum Anak bukan sekadar simbolis, tapi mereka benar-benar dilibatkan dalam pengambilan keputusan—mulai dari urusan sekolah, lingkungan, sampai ide-ide kreatif untuk kota.

Setiap tahun, mereka ikut dalam Musrenbang Anak, sebuah ajang di mana anak-anak bisa menyampaikan langsung apa yang mereka butuhkan di lingkungan tempat tinggal.

Ini jadi contoh nyata bahwa kota ini tidak hanya membangun untuk anak, tapi juga bersama anak.

Balikpapan: Kota Serius untuk Masa Depan Anak

Di tengah gegap gempita proyek nasional dan geliat industri, Balikpapan tetap menjaga wajah humanisnya—terutama untuk anak-anak. Kota ini menunjukkan bahwa menjadi kota modern bukan berarti harus mengorbankan kebutuhan generasi muda. 

Sebaliknya, Balikpapan membuktikan bahwa kenyamanan dan keamanan anak adalah bagian dari wajah kota yang berkelas. Karena masa depan dimulai dari kota yang memberi ruang terbaik untuk anak-anaknya.

 

Editor : Uways Alqadrie
#kota layak anak (kla) #KemenPPPA #balikpapan