KALTIMPOST.ID, Sebagai salah satu kota terbesar di Kalimantan Timur, Balikpapan tak hanya dikenal sebagai pusat industri, tapi juga karena tata ruangnya yang terbilang rapi.
Dari luas kota sebesar 511,01 kilometer persegi, Kota Balikpapan dibagi menjadi enam kecamatan.
Dari enam kecamatan itu, masing-masing memiliki luas wilayah yang bervariasi, yang mana hal ini sangat berpengaruh pada arah pembangunan dan potensi Kota Beriman di masa depan. Lalu, kecamatan manakah yang paling luas?
Balikpapan Barat: Kecamatan Terluas
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 melalui Publikasi Balikpapan dalam Angka 2024, Balikpapan Barat menempati urutan pertama sebagai wilayah terluas di Kota Balikpapan.
Luasnya mencapai 192,88 kilometer persegi, atau sekitar 37,74% dari total luas kota secara keseluruhan.
Wilayah seluas ini, Balikpapan Barat masih memiliki potensi besar untuk pengembangan, mulai dari kawasan pemukiman, industri, hingga infrastruktur pendukung kota.
Peringkat Luas Wilayah Lainnya
Setelah Balikpapan Barat, kecamatan terluas berikutnya adalah Balikpapan Utara, dengan luas 138,24 kilometer persegi.
Urutan ketiga ditempati oleh Balikpapan Timur seluas 119,16 kilometer persegi. Kedua wilayah ini memiliki peran penting sebagai area penyangga yang masih bisa dikembangkan.
Sementara itu, wilayah di selatan kota, Balikpapan Selatan, memiliki luas 38,81 kilometer persegi.
Terakhir, dua kecamatan terkecil adalah Balikpapan Kota seluas 11,10 kilometer persegi dan Balikpapan Tengah dengan luas 10,83 kilometer persegi.
Meskipun kecil secara geografis, kedua kecamatan ini justru menjadi pusat aktivitas pemerintahan, bisnis, dan layanan publik.
Peran Strategis Tiap Wilayah
Kecamatan-kecamatan dengan wilayah luas seperti Balikpapan Barat dan Utara memiliki keunggulan karena potensi lahannya.
Area ini dapat diarahkan untuk memperluas kawasan hunian, membangun pusat logistik, atau mengembangkan industri baru yang menunjang kota dan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Sebaliknya, kawasan padat seperti Balikpapan Kota dan Balikpapan Tengah, menuntut pengelolaan ruang yang efisien.
Di sinilah roda perekonomian kota berputar kencang. Melihat perbedaan ini, perencanaan pembangunan di Balikpapan memang perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing kecamatan.
Keseimbangan antara kawasan yang luas untuk ekspansi dan kawasan padat yang efisien akan menjadi kunci dalam membentuk kota yang terintegrasi dan berkelanjutan di masa depan. ***
Editor : Dwi Puspitarini