Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi Balikpapan dalam Angka 2025, tercatat bahwa jumlah sampah yang masuk ke TPA Manggar mengalami tren kenaikan setiap bulan.
Kondisi ini menjadi peringatan bahwa meskipun kota terlihat bersih, beban pengelolaan sampah semakin berat dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.
Desember Jadi Bulan Puncak Sampah
Dari data bulanan yang dihimpun BPS, rata-rata volume sampah harian di TPA Manggar mencapai puncaknya pada Desember 2024, yaitu sebesar 420,65 ton. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang tahun.
Peningkatan signifikan ini diperkirakan terjadi karena lonjakan aktivitas masyarakat menjelang akhir tahun, mulai dari musim liburan, perayaan hari besar, hingga meningkatnya konsumsi rumah tangga dan komersial.
Sebaliknya, bulan Januari mencatat angka terendah dengan 380,7 ton per hari, yang kemungkinan besar karena suasana awal tahun dan aktivitas yang belum sepenuhnya pulih.
Rangkuman Sampah Harian (ton per hari) di TPA Manggar Tahun 2024:
- Januari: 380,7 ton
- Februari: 394,43 ton
- Maret: 377,3 ton
- April: 380,69 ton
- Mei: 382,21 ton
- Juni: 393,2 ton
- Juli: 376,64 ton
- Agustus: 384,68 ton
- September: 381,67 ton
- Oktober: 376,94 ton
- November: 406 ton
- Desember: 420,65 ton
Data ini secara jelas mencerminkan bahwa tren kenaikan volume sampah cukup konsisten, terutama di paruh kedua tahun 2024.
Waspadai Dampaknya
TPA Manggar adalah satu-satunya tempat pemrosesan akhir sampah di Balikpapan. Jika volume sampah terus meningkat tanpa solusi yang efektif, risiko kelebihan kapasitas bisa muncul.
Hal ini akan berdampak serius pada kesehatan lingkungan dan masyarakat, mulai dari pencemaran air, tanah, hingga udara.
Peningkatan volume sampah juga menuntut pengelolaan yang lebih cerdas dan partisipasi aktif dari warga kota, mulai dari memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, hingga mendaur ulang limbah rumah tangga.
Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Untuk membantu menekan angka sampah, setiap warga bisa melakukan langkah-langkah sederhana:
- Gunakan produk yang bisa dipakai berulang, seperti botol minum dan tas belanja.
- Kurangi pembelian produk sekali pakai.
- Pisahkan sampah organik dan anorganik di rumah.
- Manfaatkan bank sampah di lingkungan sekitar.
- Edukasi keluarga dan komunitas tentang pentingnya pengelolaan sampah.
Kota Bersih Dimulai dari Rumah
Baca Juga: Cuaca Balikpapan Mood Swing, Ini 6 Minuman Rahasia Bikin Badan Tetap Fit!
Data dari BPS ini bukan sekadar angka, tapi gambaran nyata bahwa gaya hidup kita sangat berdampak pada lingkungan sekitar.
Balikpapan bisa tetap menjadi kota yang bersih, sehat, dan hijau jika semua warganya peduli dan mulai bertindak dari hal kecil.
Karena menjaga kota ini tetap nyaman, bukan hanya tugas petugas kebersihan, tapi tugas kita semua. (*)
Editor : Almasrifah