KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Rencana pembangunan Pasar Induk ini masih perlu membuat masterplan terlebih dulu. Kini Dinas Perdagangan Balikpapan telah memulai proses lelang pembuatan masterplan tersebut.
Berdasarkan laman LPSE Balikpapan, proses lelang sudah diikuti 23 peserta. Total kebutuhan anggaran sekitar Rp 950 juta untuk pembuatan masterplan Pasar Induk.
“Mudah-mudahan secepatnya memungkinkan sudah ada pemenang,” kata Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Haemusri Umar. Ada pun proses penyusunan masterplan selama 105 hari kalender.
Sementara untuk detail engineering design (DED) bakal masuk dalam APBD Perubahan 2025. Sebagai informasi, lokasi Pasar Induk berada di Kelurahan Graha Indah menggunakan lahan aset Pemkot Balikpapan.
Dia menyebutkan, Pasar Induk ini dibutuhkan agar aktivitas bongkar muat tidak lagi di Pasar Pandansari. Selama ini imbas tak ada fasilitas pasar induk, pedagang terpaksa melakukan bongkar muat di Pasar Pandansari.
Kemudian dari sana, komoditas pangan terdistribusi ke seluruh pasar yang ada di Kota Minyak. “Jadi pemerintah inisiatif membangun Pasar Induk supaya kendaraan roda besar itu tidak lagi masuk dalam kota,” sebutnya.
Sebagai informasi, pembangunan Pasar Induk turut disebutkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2025-2029. Pemkot Balikpapan berencana memulai pembangunan pada 2026.
Menanggapi hal ini, Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Fauzi Adi Firmansyah mengatakan, pihaknya berbicara hal realistis saja. Sebab pasar induk masih perlu revisi DED yang baru dilakukan dalam APBD Perubahan 2025.
“Kalau DED yang ada saat ini hasil kajian 2004. Jadi sudah tidak layak, tidak sesuai dengan kondisi saat ini,” katanya. Mengingat kebutuhan biaya material dan lainnya harus menyesuaikan kondisi terkini.
Selanjutnya jika revisi DED rampung, legislator bisa mengalokasikan dana untuk pembangunan fisik. “Kemungkinan pembangunan Pasar Induk baru bisa berjalan pada 2026 atau 2027,” jelasnya.
Namun dia tetap berharap, alokasi dana pembangunan Pasar Induk bisa masuk dalam APBD 2026. Mengingat kondisinya sudah sangat dibutuhkan dan bisa menjadi skala prioritas. (*)
Editor : Duito Susanto