Serah terima berlangsung di dua sekolah penerima dengan dihadiri Presiden Direktur PT ARC Kim Sang-Real, Ketua Good Neighbors Indonesia Matilda Buisan, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim, Kantor Aset Provinsi, Kementerian Pendidikan di Balikpapan, kepala sekolah, serta sekitar 60 pejabat pendidikan lokal.
Proyek yang dimulai sejak pertengahan 2024 itu meliputi pembangunan dua ruang kelas digital, pelatihan guru berbasis TIK, penyediaan perangkat e-learning, hingga pengembangan konten pembelajaran. Sekitar 1.000 siswa ditargetkan dapat menikmati fasilitas baru ini.
SMK Negeri 6 dilengkapi perangkat laptop berstandar desain grafis, sementara SMA Negeri 9 memperoleh fasilitas studio digital untuk pembuatan video pembelajaran dan podcast. Agar pemanfaatan optimal, guru dari kedua sekolah juga mendapatkan pelatihan literasi digital dan adaptasi teknologi kecerdasan buatan (AI).
“Ruang kelas e-learning ini akan menjadi batu loncatan bagi pemuda Balikpapan untuk tumbuh sebagai talenta global dengan keterampilan digital yang kuat. POSCO International dan PT ARC akan terus mempraktikkan manajemen ESG sejalan dengan komunitas lokal,” ujar Kim Sang-Real.
Hal senada disampaikan Ketua Good Neighbors Indonesia, Matilda Buisan. “Lebih banyak anak kini memiliki akses ke pendidikan berkualitas. Kami akan terus mendorong pengembangan pendidikan, tidak hanya di Balikpapan, tapi juga di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Kepala SMK Negeri 6 Balikpapan, Agus Prohantono, mengapresiasi dukungan perusahaan terhadap kemajuan pendidikan di Kaltim. “Kami bersyukur atas bantuan ini. Semoga siswa semakin berprestasi dengan fasilitas digital yang memadai,” ucapnya.
Melalui proyek ini, POSCO International tidak hanya memperkuat akses digital di sekolah, tetapi juga membuka peluang jangka panjang. Siswa-siswa berprestasi dari program ini direncanakan akan mendapat kesempatan mengakses dunia kerja di masa depan.
Untuk ruangan, tersedia 13 laptop. Nantinya secara bergantian para murid melakukan belajar mengajar di kelas ini. Untuk SMKN 6, ada 16 guru yang telah dilatih untuk dapat mengajar di kelas ini.
Dengan kehadiran ruang kelas e-learning ini, Balikpapan diharapkan menjadi contoh pengembangan pendidikan berbasis teknologi di Kalimantan Timur. (*)
Editor : Ismet Rifani