Santai, bisa jadi yang dimaksud itu daerah Sepinggan alias Seputaran Wilayah Sepinggan, bukan Swiss Alps.
Di kota minyak ini, berbagai nama daerah seringkali disingkat dengan kreatif. Kadang sebagai candaan, sampai sebagai penunjuk lokasi, bahkan sudah jadi bagian dari bahasa gaul anak lokal, atau yang lebih dikenal dengan sebutan ‘akamsi’ (anak kampung sini). Kalau nggak tahu singkatan-singkatan ini, siap-siap dicap turis lokal.
Biar kamu bisa nyambung pas ngobrol sama warga lokal, atau setidaknya nggak nyasar pas dibilang "ketemuan di Jerman," yuk kita kupas satu per satu.
Singkatan Nama Daerah Balikpapan versi Gaul
JAKARTA: Ini bukan ibu kota, bro. Tapi nama gaul untuk Jalan Soekarno-Hatta, jalan utama yang panjang banget. Saking panjangnya, yang tinggal di ujungnya suka merasa LDR sama pusat kota.
JERMAN: Kalau diajak ke "Jerman" di Balikpapan, jangan repot-repot nyiapin paspor. Cukup isi bensin aja, karena itu adalah sebutan untuk Jalan Jendral Sudirman.
BELANDA: Bukan negeri kincir angin, tapi penyebutan sebuah pasar di daerah Klandasan. Singkatan ini merujuk pada Blauran Dalam, alias Pasar Blauran. Cocok buat kamu yang jualan atau sering belanja ke pasar jni.
TURKI: Ini bukan negara tempat syuting serial drama, tapi singkatan dari Turunan Kilo. Hati-hati ya, turunan di sini bisa bikin rem kamu manja.
SWISS: Kalau dengar kata "Swiss" tapi baunya masakan lokal dan bukan keju fondue, berarti kamu di tempat yang tepat. Ini singkatan buat Seputaran Wilayah Sepinggan.
GUNMAL: Jangan bayangin mendaki gunung, karena ini adalah nama lain dari Gunung Malang, kawasan tempat tinggal legendaris warga Balikpapan Barat.
GUNSAR: Alias Gunung Sari, di daerah ini banyak ruko-ruko yang berisi kafe, makanan enak, sampai deretan toko dan servis laptop.
GUNDALA: Bukan superhero, tapi kawasan Gunung Guntur Dalam. Tapi ya, siapa tahu kamu bisa ketemu tokoh petir di sini?
GUPAS: Jangan bayangin gurun pasir seperti di film Dune. Ini singkatan dari Gunung Pasir, kawasan ini dekat dengan daerah Gunung Sari. Banyak sekolah yang ada di daerah sini, kalau jam pulang atau masuknya barengan, siap-siap padat merayap deh lalu lintasnya
GUBAK: Entah kenapa namanya agak hot, tapi aslinya adem kok. Singkatan untuk Gunung Bakaran, di sini nggak ada BBQ permanen, tenang aja. Daerah ini masih masuk kawasan Sepinggan.
GUGUN: Sebutan lain untuk Gunung Guntur yang sering disingkat biar gampang nyebutnya. Soalnya di sekitarnya juga ada daerah dengan nama gunung, misalnya Gunung Kawi.
KAJUNG: Kalau kamu dibilang "anak Kajung," kemungkinan kamu tangguh dan tahan banting—soalnya ini singkatan dari Kampung Baru Ujung, yang letaknya lumayan jauh dari mana-mana. Kreatif ya yang kasih nama.
PASBAR: Alias Pasar Baru, tempat belanja favorit emak-emak Balikpapan. Tapi buat cowok jomblo yang nyasar, bisa jadi Pasar Baru Jodoh juga nih.
KBT: Diapit Kajung dan Pasbar, Kampung Baru Tengah ini posisinya bisa jadi pusat tongkrongan anak muda.
KILO JAUH: Kalau ada yang bilang tinggal di KM 8 ke atas sampai ke arah Samarinda, itu adalah zona waktu sendiri. Warga kota sudah makan malam, dia baru berangkat kerja.
Bahasa Gaul: Lebih dari Sekadar Singkatan
Singkatan-singkatan ini selain untuk lucu-lucuan, tapi juga jadi identitas sosial. Kalau kamu ngerti, berarti kamu akamsi sejati. Kalau enggak, siap-siap dikira 'anak pendatang baru' yang baru turun dari bandara.
Ini juga sering dipakai buat kode-kodean, misalnya: "Cess, nongkrong di Jerman, sekalian ngopi." Padahal maksudnya cuma ngopi di Jalan Jendral Sudirman, bukan kafe di Berlin.
Karena bahasa menciptakan rasa memiliki. Bahasa lokal seperti ini bikin kamu merasa lebih nyatu sama kotanya. Di tengah dunia yang makin cepat, hal-hal seperti ini bikin kita nyengir, ingat rumah, dan bangga jadi bagian dari Balikpapan.
Baca Juga: Daftar Tersangka Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kacab BRI, Ada Perintah Menghabisi Ilham
Jadi, buat kamu yang baru pindah ke Balikpapan, atau lagi PDKT sama orang lokal, belajarlah bahasa-bahasa gaul ini. Biar pas diajak ke Swiss, kamu nggak nyiapin jaket tebal.
Ingat: di Balikpapan, Swiss bukan negara, Turki bukan destinasi liburan, dan Jerman nggak butuh visa. Cuma satu yang kamu butuh: jadi akamsi sejati.
Editor : Uways Alqadrie