KALTIMPOST.ID, Kalau kamu jalan-jalan ke kawasan ekowisata mangrove di Balikpapan—seperti di Margomulyo atau Sungai Wain—kamu mungkin pernah melihat pemandangan unik: seekor ikan kecil melompat-lompat atau merayap di atas lumpur.
Itulah tempakul, salah satu ikan yang mudah ditemukan di area pasang surut. Termasuk kawasan hutan mangrove yang asri.
Ia mungkin terlihat biasa saja, tapi tempakul adalah spesies ikan yang sangat istimewa karena punya kemampuan hidup ganda: di air dan di darat.
Ikan yang Mampu Hidup di Darat
Dalam dunia ilmiah, tempakul dikenal dengan nama mudskipper dan termasuk ke dalam genus Periophthalmus.
Ia adalah ikan yang secara khusus beradaptasi untuk hidup di habitat pesisir, mulai dari hutan mangrove, rawa payau, hingga tepi sungai berlumpur.
Ciri khasnya sangat mudah dikenali:
- Mata Menonjol: Matanya yang besar dan menonjol berada di atas kepala, memungkinkannya mengamati sekeliling dari balik lumpur.
- Sirip Kuat: Tempakul menggunakan sirip dadanya yang kuat untuk "berjalan" atau "melompat" di darat.
- Kulit Berlendir: Ia mampu bertahan di luar air untuk waktu lama berkat kulitnya yang berlendir, yang berfungsi untuk menjaga kelembapan agar tetap bisa bernapas melalui insang dan kulitnya.
Tempakul memang bukanlah hewan endemik Balikpapan, tapi spesies ini bisa ditemukan secara luas di wilayah pesisir Indonesia dan Asia Tenggara, termasuk mangrove di Balikpapan.
Baca Juga: Mengenal Tumbuhan Tancang: Si Akar Lengkung, Penjaga Pesisir Balikpapan
Peran Penting Tempakul dalam Ekosistem Mangrove
Meskipun ukurannya kecil, tempakul punya peran penting di ekosistem mangrove:
- Pengurai Bahan Organik: Saat bergerak, tempakul membantu mengaduk-aduk lumpur, membantu mengurai bahan organik dan menjaga kondisi tanah.
- Bagian dari Rantai Makanan: Ia menjadi sumber makanan bagi predator lain, seperti burung air, reptil, atau ikan. Kehadirannya menunjukkan rantai makanan di ekosistem tersebut berfungsi dengan baik.
- Penyeimbang Ekosistem: Dengan memakan alga dan serangga kecil, tempakul membantu menjaga keseimbangan populasi mikroorganisme di habitatnya.
Kehadiran tempakul juga sering dianggap sebagai indikator alami bahwa suatu kawasan mangrove masih sehat.
Potensi Edukasi dan Wisata yang Menarik
Di Balikpapan, tempakul bisa menjadi daya tarik unik bagi wisatawan. Gerakannya yang lucu saat berjalan atau melompat di atas lumpur adalah pemandangan yang tidak biasa dan bisa menjadi bahan edukasi yang menarik, terutama bagi anak-anak.
Pemandu wisata bisa memanfaatkan momen saat air surut untuk mengajak pengunjung mengamati tempakul dari dekat, menjadikannya bagian dari tur edukasi atau sesi fotografi alam.
Dengan begitu, kita bisa belajar lebih banyak tentang keajaiban alam di sekitar kita.
Tempakul adalah bagian dari kehidupan di ekosistem mangrove Balikpapan. Keberadaannya penting dalam menjaga kelangsungan habitat, dan kita juga harus turut menjaganya! ***
Editor : Dwi Puspitarini