Penetapan ini bukan sekadar gelar tempelan, melainkan hasil dari proses panjang dan serius. Balikpapan ikut serta dalam program PMK3I (Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia) sejak tahun 2016.
Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, pelaku bisnis, komunitas, hingga pemerintah. Hasilnya, subsektor aplikasi dan gim dianggap paling potensial untuk dikembangkan di kota ini.
Resmi Jadi Kota Kreatif di Ajang Nasional
Penetapan Balikpapan sebagai KaTa Kreatif (Kota/Kabupaten Kreatif) dilakukan pada tahun 2019, lewat Bekraf Festival (BekFest) di Benteng Vastenburg, Solo.
Dalam momen itu, Balikpapan terpilih sebagai salah satu dari 10 kota kreatif terbaik dari total 55 kabupaten/kota yang ikut PMK3I. Bahkan, Balikpapan dinobatkan sebagai inovator terbaik di bidang aplikasi dan gim setelah Kota Malang. Bangga, dong!
Mengapa Sektor Aplikasi dan Gim Begitu Penting?
Karena anak muda Balikpapan itu enggak kalah kreatif! Di balik layar komputer dan ponsel, ada potensi besar dari para developer, desainer, dan inovator lokal yang selama ini mungkin kurang terekspos.
Subsektor aplikasi dan gim bukan hanya soal hiburan, tapi juga solusi digital yang bisa mendukung banyak sektor lain, seperti kuliner, jasa, bahkan perikanan.
Beberapa produk lokal yang jadi bukti kreativitas Balikpapan, antara lain:
Aruna: Aplikasi di bidang perikanan laut.
Tukangpedia: Platform lokal untuk layanan jasa dan UMKM.
Batik Ampiek, Batik Vi, dan Wati Bahalap: Produk lokal yang pernah tampil di pameran internasional, bahkan sampai New York.
Membangun Ekosistem, Bukan Sekadar Gagasan
Penetapan kota kreatif bukan akhir cerita, justru baru permulaan. Pemerintah Kota Balikpapan melalui Disporapar terus mendorong pengembangan ekosistem ini dengan menyediakan regulasi, fasilitas, dan dukungan kolaboratif.
Menurut Kepala Disporapar Balikpapan, "Kami ingin menciptakan lingkungan yang positif, sehat, produktif, dan berkelanjutan. Ekosistem kreatif ini tidak bisa berdiri sendiri, harus melibatkan komunitas, dunia usaha, akademisi, dan pemerintah."
Balikpapan: Masa Depan Ekonomi Digital Kalimantan Timur
Dengan kedekatan geografis ke Ibu Kota Negara (IKN), Balikpapan punya peluang strategis untuk jadi pusat ekonomi kreatif digital di Kalimantan Timur. Apalagi, pasar gim di Indonesia terus tumbuh pesat.
Berdasarkan laporan terbaru, nilai pasar gim di Indonesia diperkirakan mencapai USD 3 miliar atau sekitar Rp 49,5 triliun pada tahun 2024.
Proyeksi ini bahkan bisa naik hingga USD 6,3 miliar di tahun 2033. Jadi, jangan kaget kalau ke depan, game keren atau aplikasi lokal yang kamu pakai ternyata buatan Balikpapan!
Yuk, Bangga & Dukung Karya Anak Kota Sendiri
Gelar "Kota Kreatif" bukan sekadar prestasi, tapi juga tanggung jawab dan peluang. Sekarang tinggal kita semua, mulai dari warga, komunitas, pelaku usaha, dan pemerintah, sama-sama jaga semangat ini. Karena dari kota ini, ide-ide besar bisa lahir dan menginspirasi banyak orang.
Kalau kamu pembuat aplikasi, desainer game, atau punya ide digital, ini waktunya untuk muncul. Balikpapan sudah punya panggungnya, tinggal kamu berani naik ke atasnya!
Editor : Uways Alqadrie