Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Potret Keberagaman di Balikpapan: Suku Jawa Mayoritas, Bagaimana Posisi Suku Asli?

Khoirun Nisa • Minggu, 24 Agustus 2025 | 17:22 WIB

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi
KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Kota Balikpapan dikenal sebagai kota besar yang terus berkembang pesat di Kalimantan Timur. Kota ini populer sebagai kota pendatang dengan multikulturalisme yang tinggi, yang terbukti dari komposisi penduduknya yang didominasi oleh etnis dari luar Kalimantan. 

Sementara itu, Suku Balik, suku asli Kota Balikpapan yang menjadi nama kota ini, kini menjadi minoritas di kota sendiri. Fenomena ini terjadi karena Balikpapan menjadi magnet bagi banyak orang dari berbagai daerah yang mencari peluang hidup yang lebih baik. 

Khususnya, program transmigrasi pemerintah dan gelombang migrasi ekonomi puluhan tahun lalu membawa ribuan orang, terutama dari Jawa, untuk menetap dan berkontribusi besar dalam pembangunan kota ini.

Jawa, Suku Pendatang yang Kini Jadi Mayoritas

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan dari sensus terakhir tahun 2021, Suku Jawa mendominasi populasi dengan persentase sekitar 42,13%. Angka ini menjadikan mereka kelompok etnis terbesar di Balikpapan. 

Kedatangan mereka bukan hanya soal jumlah, tapi juga soal budaya yang ikut mewarnai kota. Kamu bisa dengan mudah menemukan makanan khas Jawa, mendengar bahasa Jawa digunakan di beberapa komunitas, dan melihat berbagai tradisi yang masih terjaga.

Sementara itu, Suku Balik kini hanya berjumlah kurang dari 1000 orang. Dulu, mereka dikenal sebagai pemasok kayu untuk Kerajaan Kutai Kartanegara. Namun, kini jumlah mereka tidak sebanyak suku pendatang. 

Sebagian besar Suku Balik kini tinggal di Penajam Paser Utara, khususnya di Kecamatan Sepaku. Meskipun minoritas, mereka tetap menjadi bagian penting dari sejarah dan budaya Balikpapan.

Ragam Suku Lain yang Hidup Berdampingan

Keberagaman Balikpapan tidak berhenti di situ. Kota ini juga dihuni oleh suku lain seperti Bugis (19,94%), Banjar (13,65%), Buton (3,58%), Madura (2,48%), Kutai (0,84%), Dayak (0,67%), dan Tidung (0,47%).

Keragaman ini membuat Balikpapan kaya akan budaya dan tradisi yang beragam. Meskipun mayoritas adalah pendatang, Balikpapan dikenal sebagai kota yang harmonis. Berbagai tradisi, kuliner, dan seni hidup berdampingan dan saling melengkapi.

Jadi, Balikpapan memang bisa disebut sebagai kota pendatang, tetapi justru hal itu yang membuatnya kaya dan menarik. Suku Jawa sebagai etnis terbanyak ikut membangun kota ini bersama suku asli dan pendatang lain dalam harmoni yang unik.

Dari suku mana pun kamu berasal, yuk bangga dengan keberagaman yang kita miliki di Balikpapan!

Editor : Uways Alqadrie
#kota minyak #warga pendatang #pemkot balikpapan #balikpapan