Rapat menghadirkan perwakilan mulai dinas kesehatan, lembaga pengawasan, instansi pendidikan, rumah sakit, hingga polri.
Kabid Dokkes menegaskan bahwa penyamaan visi dan langkah antarinstansi sangat krusial agar program berjalan optimal.
"Keberhasilan MBG bukan hanya meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, tetapi juga upaya strategis dalam mencetak generasi emas sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045," jelasnya.
Rakor ini juga menjadi forum penguatan kolaborasi, khususnya terkait pengawasan kualitas makanan, pendampingan teknis, serta edukasi gizi seimbang kepada masyarakat.
Dengan langkah terpadu tersebut, diharapkan masyarakat, terutama anak sekolah, dapat memperoleh asupan makanan sehat, aman, dan bermanfaat.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, lembaga pengawasan, tenaga kesehatan, dan kepolisian, program MBG di Kalimantan Timur diharapkan mampu berjalan berkesinambungan serta memberi dampak nyata bagi peningkatan kesehatan dan masa depan generasi penerus bangsa. (*)
Editor : Ismet Rifani