KALTIMPOST.ID, Balikpapan dikenal sebagai kota energi dan industri yang terus berkembang pesat. Namun, di balik geliat modernitasnya, kota ini punya sisi lain yang tak kalah penting: komitmen pada pelestarian alam.
Salah satu bukti nyatanya adalah penetapan beruang madu sebagai maskot resmi Kota Balikpapan.
Di Balikpapan, pemandangan patung beruang madu di sudut-sudut kota adalah hal yang biasa. Namun, pernahkah Anda berhenti sejenak untuk bertanya, "Kenapa hewan ini yang jadi ikon kota industri seperti Balikpapan?"
Pemilihan beruang madu sebagai maskot bukanlah kebetulan. Ia adalah cerminan dari identitas ganda Balikpapan—sebagai pusat energi yang modern sekaligus sebagai penjaga kekayaan alam yang unik. Beruang madu adalah bukti bahwa kemajuan dan konservasi bisa berjalan beriringan.
Yuk, kenalan lebih dekat dengan si mungil dari hutan tropis Kalimantan ini lewat 6 fakta menarik berikut!
1. Spesies Beruang Paling Kecil di Dunia
Di antara semua jenis beruang, beruang madu (Helarctos malayanus) adalah yang paling kecil. Bobotnya hanya sekitar 25–65 kilogram, dengan tinggi badan setinggi lutut orang dewasa.
Meskipun terlihat lucu dan mungil, jangan salah—beruang ini memiliki kekuatan luar biasa dan termasuk predator penting di ekosistem hutan tropis.
2. Jago Memanjat dan Bikin "Sarang" di Pohon
Habitat alami beruang madu adalah hutan tropis dataran rendah. Ia terkenal sebagai pemanjat ulung.
Menariknya, beruang ini sering membuat "sarang tidur" dari ranting dan daun di atas pohon, mirip orangutan. Aktivitas ini dilakukan untuk beristirahat atau menghindari gangguan dari hewan lain.
Baca Juga: Keren! 3 Masjid di Samarinda Ini Selalu Layani Jamaah Buka Puasa Senin-Kamis
3. Lidah Panjang untuk Berburu Madu
Lidah beruang madu bisa mencapai 20–25 cm, sangat panjang dibanding ukurannya! Fungsi lidah ini sangat penting untuk menjilat madu dari sarang lebah, mencari serangga di balik kayu, dan bahkan mengakses nektar dari bunga. Dari sinilah nama julukannya berasal: sun bear atau beruang madu.
4. Tidak Hibernasi dan Lebih Aktif di Malam Hari
Berbeda dari beruang di negara empat musim, beruang madu tidak pernah berhibernasi. Ia aktif sepanjang tahun karena tinggal di iklim tropis yang stabil.
Meskipun tergolong hewan nokturnal (aktif malam hari), beruang madu juga bisa beraktivitas di siang hari, tergantung kondisi lingkungannya.
5. Tanda “V” di Dada dan Penciuman Tajam
Setiap beruang madu memiliki tanda khas berbentuk huruf “V” di dada dengan warna kuning atau oranye. Pola tanda ini berbeda pada tiap individu, seperti sidik jari manusia!
Selain itu, penciumannya sangat tajam, bahkan bisa mengendus sumber makanan dari jarak yang jauh.
6. Terancam Punah, Jadi Ikon Konservasi Balikpapan
Meskipun unik dan menggemaskan, populasi beruang madu terus menurun. Hilangnya hutan, perburuan liar, dan perdagangan ilegal membuat spesies ini masuk dalam daftar satwa dilindungi dan berstatus “rentan punah” menurut IUCN Red List.
Melalui penetapannya sebagai maskot, beruang madu menjadi simbol pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan konservasi.
Menjaga Alam, Menjaga Identitas
Beruang madu bukan sekadar maskot lucu. Ia adalah representasi dari identitas ekologis Balikpapan, kota yang tumbuh modern tanpa melupakan akar alaminya.
Menjaga keberadaan beruang madu berarti menjaga keseimbangan lingkungan yang lebih luas—yang juga penting bagi manusia.
Jika kamu warga Balikpapan atau sedang berkunjung, sempatkan mengenal lebih dekat tentang satwa ini.
Kunjungi Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW), tempat di mana beruang madu masih bisa hidup lestari di habitat aslinya. Yuk terus dukung konservasi beruang madu! (*)
Editor : Almasrifah