KALTIMPOST.ID-Aksi demonstrasi dilakukan Aliansi Balikpapan Bergerak di depan kantor DPRD Balikpapan, Senin (1/9).
Itu merupakan massa gabungan dari pekerja dan masyarakat sipil. Termasuk kaum perempuan.
Turut hadir orator dari Perserikatan Sosialis, Arah Juang. Mereka membawa isu nasional dengan orasi disampaikan perwakilan di seluruh daerah yang menggelar demo.
Dalam perjuangan itu, mereka meminta baik buruh dan rakyat harus menolak semua upaya untuk mengadu domba dan memecah belah. Terutama isu rasis atau agama yang sering digunakan oleh militer.
Kemudian menolak tindakan-tindakan penjarahan massal terhadap sesama rakyat. Isu rasis terhadap etnis Tionghoa, Indonesia Timur, Papua atau agama akan mengalihkan perhatian dari musuh utama.
Yaitu para elite politik dan membuatnya menjadi konflik antar sesama rakyat. Arah juang menyampaikan sembilan poin tuntutan.
Pertama hapus hak istimewa dan potong gaji pejabat negara, perwira tinggi, pejabat lembaga non kementerian, komisaris dan direktur BUMN hingga setara upah buruh rata-rata.
Kedua potong anggaran lembaga, kementerian serta jabatan yang tidak menyejahterakan rakyat. Di antaranya Kementerian Pertahanan, Kepolisian, Kejaksaan Agung, BIN, DPR, MPR, dan sebagainya.
“Pemotongan gaji dan pemotongan anggaran ini bisa digunakan untuk pendidikan dan kesehatan gratis, subsidi rakyat, dan kesejahteraan buruh dan rakyat,” tutur sang orator.
Ketiga, tuntutan untuk menaikan upah buruh dan turunkan pajak untuk rakyat. Keempat, naikkan pajak progresif bagi perusahaan besar, perbankan serta konglomerat.
Kelima bebaskan mereka yang ditangkap, tanpa syarat sekarang juga. Keenam tangkap, adili dan penjarakan aparat pelanggar HAM.
Ketujuh potong anggaran dan lucuti Polri serta alat represi rezim Prabowo-Gibran. Kedelapan, militer balik ke barak.
Terakhir sita seluruh harta koruptor serta konglomerat pengemplang pajak untuk pendidikan dan kesehatan gratis, subsidi rakyat, serta kesejahteraan buruh dan rakyat. (gel/rd)
Editor : Romdani.